Jamaah Islamiyah di Riau Bubar
Kisah Eks Anggota Jamaah Islamiyah di Riau Pernah Ditangkap Densus 88 Antiteror
Ustadz Mas'ud kini sudah tobat dari gerakan Jamaah Islamiyah dan menyatakan kembali pada pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Penulis: Rizky Armanda | Editor: FebriHendra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut ini kisah eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Riau yang pernah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.
Namanya Ustadz Mas'ud. Ia dulu begitu terpesona dengan dakwah dari Ustadz JI yang datang dari daerah Jawa ke Riau.
Ia masuk sangat dalam gerakan JI ini hingga ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya di daerah Air Hitam, Kota Pekanbaru.
Ustadz Mas'ud kini sudah tobat dari gerakan Jamaah Islamiyah ini.
Baca juga: Breaking News: Seratusan Eks Anggota Jamaah Islamiyah di Riau Deklarasi Pembubaran, Kembali ke NKRI
Baca juga: Hidup Membaur dengan Eks Anggota Jamaah Islamiyah Agar Perubahan Ideologi Tidak Sebatas Deklarasi
Ia menjadi satu dari seratusan orang eks anggota dan simpatisan JI di Riau yang mendeklarasikan pembubaran organisasi terlarang ini, serta menyatakan kembali pada pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada Kamis (26/9/2024) lalu.
Ustaz Mas'ud saat diwawancarai Tribunpekanbaru.com, mengaku ikut sebagai JI sejak awal di tahun 1993.
Seiring waktu, JI semakin berkembang di Riau dan Indonesia.
Sampai akhirnya, sejumlah anggota dan simpatisannya banyak terlibat dalam gerakan ekstrimis, dengan melancarkan sejumlah aksi teror bom di sejumlah tempat di Indonesia.
Mas'ud sendiri mengaku, di JI dia hanya fokus pada gerakan dakwah.
Menurutnya, adapun para anggota atau simpatisan yang melancarkan aksi teror, itu adalah personal yang terobsesi dengan konflik-konflik yang ada di luar negeri.
"Para personal, termasuk pendiri-pendirinya terobsesi dengan konflik-konflik yang ada di luar. Seperti Afganistan, belakangan ini Suria. Pemikiran-pemikiran yang itu, pengalaman-pengalaman yang ada di sana, itu yang dibawa ke Indonesia," katanya.
Ia menyebut, gerakan ekstrimis ini bergerak atas dasar semangat dan keinginan tinggi, dengan dalih untuk menyelamatkan kaum muslimin dan menegakkan Islam.
"Itu awalnya, program ini kemudian dipraktikkan, disosialisasikan, ada action. Itu bukan program lembaga JI secara umum, tapi inisiatif personal dari lembaga JI," ujarnya.
Ia tak menampik, sejumlah figur atau tokoh JI, juga banyak terlibat dalam gerakan ekstrimis tersebut.
Bahkan itulah sebabnya, lantaran kekuatan figur dan ketokohan, akhirnya banyak yang terpengaruh dengan pemikiran yang tak dibenarkan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Ustadz-Masud.jpg)