Tahniah Prabowo Presiden RI, Harapan Baru Indonesia Bangkit
Pidato kenegaraan perdana Prabowo pada momentum pelantikan Presiden R.I, yang menandai awal dimulainya Prabowo sebagai Presiden R.I ke-8
Tahniah Prabowo Presiden RI, Harapan Baru Indonesia Bangkit
Penulis: Muhammad Herwan, Presidium KAMI Provinsi Riau dan Pengurus DPP Forum Tanah Air
RAKYAT dan seluruh bangsa Indonesia mau tidak mau, suka tidak suka harus menerima Jenderal (Hor) (Purn) TNI. H. Prabowo Subianto Djojohadikoesoemo yang pada Ahad 20 Oktober 2024 telah dilantik dan sah sebagai Presiden R.I ke-8 dalam Sidang Paripurna MPR RI di Gedung Nusantara, menggantikan dan mengakhiri rezim Jokowi yang telah berkuasa sebagai Presiden R.I selama sepuluh tahun.
Tentunya sangat wajar, apabila sangat banyak harapan dan keinginan rakyat yang digantungkan dan dibebankan di pundak Prabowo pada lima tahun kedepan, sebagai luahan kekecewaan (bahkan kemarahan) rakyat atas berbagai macam kontroversi dan banyaknya pelanggaran sumpah jabatan yang dilakukan oleh Jokowi.
Ditengah gegap gempita dan euphoria pelantikan Prabowo sebagai Presiden R.I, tentunya juga akan sangat banyak rakyat yang pro maupun rakyat yang kontra, mengingat bagaimana kotor dan brutalnya proses kontestasi Pemilihan Umum Presiden R.I tahun 2024 secara masif, terstruktur dan sistematis. Mulai dari upaya “pemaksaan” membangun koalisi partai yang gemuk (besar dan dominan) untuk menghalangi kandidat Capres yang berpotensi menang dan menjadi pilihan rakyat, pemaksaan dinasti politik anak presiden melalui intervensi Keputusan Mahkamah Konstitusi sampai kepada proses Pemilu Presiden yang penuh dengan kecurangan dan pengangkangan Konstitusi dan Undang Undang, baik melalui mobilisasi opini Lembaga Survei dan keterlibatan aparat pemerintah dan negara pada semua struktur dan level pemerintahan maupun rekayasa Sistem Penghitungan Hasil Suara (SiRekap) KPU.
Pidato kenegaraan perdana Prabowo pada momentum pelantikan Presiden R.I, yang menandai awal dimulainya Prabowo sebagai Presiden R.I ke-8, tanpa bermaksud memberikan pujian yang berlebihan apatah lagi untuk niatan mencari muka, secara rasional patut juga diapresiasi dan diberikan acungan dua jempol. Pidato Prabowo yang disampaikan dihadapan 19 Kepala Negara/Pemerintahan dan 15 Utusan Khusus maupun Duta Besar Negara Sahabat yang menghadiri acara pelantikan Presiden R.I di Gedung MPR RI, selain disampaikan secara berapi-api, juga menampilkan jiwa patriotisme dan nasionalisme seorang Prabowo.
Dalam pidato kenegaraan perdananya, Prabowo menyatakan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan pada pelantikanya sebagai Presiden, akan dijalankannya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab dan semua kekuatan yang ada pada jiwa dan raganya. Prabowo akan menjalankan kepemimpinan pemerintah Republik Indonesia, kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus, dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia diatas kepentingan golongan apalagi kepentingan pribadi, termasuk untuk rakyat yang tidak memilih Prabowo.
Prabowo dalam pidato kenegaraannya banyak menyampaikan narasi penting dan juga menyinggung berbagai hal, mulai dari potensi tantangan, rintangan dan hambatan serta ancaman dan kesulitan ke depan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di tengah dinamika dan pergulatan dunia yang tidak ringan, keinginan untuk swasembada pangan dan energi bahkan tekad menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, juga upaya memerangi korupsi, mengajak konsolidasi seluruh komponen bangsa buat bersama-sama mewujudkan cita-cita Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sampai janji untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan penataan demokrasi yang santun dan sesuai dengan Budaya Indonesia.
Beberapa poin-poin penting pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo dan patut digarisbawahi, baik sebagai janji maupun program strategis Prabowo 5 tahun kedepan antara lain Prabowo menyadari bahwa Kemerdekaan Indonesia yang kita rasakan dan nikmati saat ini adalah “Hasil dari Pengorbanan Rakyat Miskin”.
“Sesungguhnya sejarah kita adalah sejarah dengan penuh kepahlawanan penuh pengorbanan, penuh keberanian. Tidak hanya pemimpin-pemimpin, tetapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan bahkan invasi-invasi dari bangsa lain. Kita paham dan mengerti bahwa kemerdekaan kita bukan hadiah. Kemerdekaan kita kita dapat dengan pengorbanan yang sangat besar.”
“Kemerdekaan kita, kita dapat dengan pengorbanan yang sangat besar. Dan kita harus paham dan ingat selalu pengorbanan yang paling besar adalah pengorbanan dari rakyat kita yang paling miskin, wong cilik, yang berjuang memberi makan kepada pejuang-pejuang. Janganlah kita lupa waktu perang kemerdekaan, kita tidak punya anggaran APBN, pasukan kita tidak digaji. Siapa yang memberi makan? Yang memberi makan adalah para petani di desa-desa, para nelayan, para pekerja, terus-menerus mereka yang mendirikan Republik Indonesia.”
Lebih lanjut Prabowo menyatakan bahwa kita harus berani mengakui masih terlalu banyak korupsi, kebocoran anggaran dan penyelewengan dana pembangunan sehingga masih banyak rakyat yang tidak menikmati hasil kemerdekaan, masih terlalu banyak rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. Untuk itu Prabowo menyatakan kita harus mawas diri, menatap wajah sendiri, berani memperbaiki diri sendiri dan mengoreksi diri kita sendiri. Prabowo menyebut akan tegas melawan korupsi dan Pemimpin harus memberi contoh menjadi pejabat bersih.
“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran penyelewengan korupsi di negara kita. Ini adalah yang membahayakan masa depan kita dan masa depan anak-anak kita, cucu-cucu kita. Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah di semua tingkatan, dengan pengusaha-pengusaha yang nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik.”
“Saya sudah katakan, kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem, dengan penegakan hukum yang tegas, dengan digitalisasi. Insya Allah kita akan kurangi korupsi secara signifikan.”
“Pimpinan harus memberi contoh, ing ngarso sung tulodo. Ada pepatah yang mengatakan kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala. Semua pejabat dari semua eselon dari semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya. Mulai contoh dari atas dan sesudah itu penegakan hukum yang tegas dan keras.”
| Estafet Kepemimpinan Gardu Prabowo Riau Beralih: Rika Putra Mundur, Rocky Nahkodai Organisasi |
|
|---|
| 'Pak Prabowo Suka Nangis Lihat Orang Susah' Kepala Bappisus Cerita Di Balik MBG dan Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Wibawa Presiden Prabowo dan KPK Dipertanyakan Usai Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah |
|
|---|
| Ini Isi Totebag Berlogo Istana Kepresidenan yang Diberikan Prabowo Saat Openhouse Lebaran |
|
|---|
| Prabowo Tegaskan MBG Tetap Dipertahankan Meski Krisis di Timur Tengah: Uang kita Ada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Muhammad-Herwan-Presidium-KAMI-Provinsi-Riau.jpg)