Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Efek Pemanasan Global Terhadap Kulit dan Tips Terbaik untuk Mengurangi Efek Negatifnya

Perubahan iklim bisa memengaruhi kesehatan kulit, namun ada tips yang bisa diterapkan untuk mengurangi efek negatifnya

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Warga menutup kepala agar terhindar dari sengatan matahari saat cuaca panas di Pekanbaru 

Oleh: Dr. Reyhan Widjajahakim

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata udara dan lautan dekat permukaan bumi.

Dalam beberapa dekade terakhir suhu permukaan global Agustus 2024 adalah 1,27 ° C, di atas rata-rata abad ke-20 15,6 ° C, menjadikannya Agustus terpanas yang pernah tercatat. Ini adalah 0,01 ° C  di atas rekor Agustus sebelumnya yang ditetapkan tahun lalu.

Ketika suhu tinggi dikombinasikan dengan kelembaban tinggi, penguapan berkurang sehingga suhu terasa lebih tinggi dari yang sebenarnya, disebut suhu bola basah (wet bulb).

Pada suhu bola basah di atas 35°C, tubuh manusia tidak dapat beradaptasi, menyebabkan peningkatan mortalitas dan morbiditas. 

Satu studi menunjukkan bahwa untuk setiap kenaikan suhu rata-rata 1°C, tingkat penyakit tangan, kaki, dan mulut meningkat sebesar 10 persen dan untuk setiap 1 persen peningkatan kelembaban relatif (di bawah 65 persen) meningkat sebesar 6,6 persen.

Malapetaka ditimbulkan oleh perubahan iklim pada kulit kita relatif tidak terbatas. 

Pada artikel ini, kami membagikan beberapa cara perubahan iklim yang paling memprihatinkan yang memengaruhi kesehatan kulit kita dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Sebagian besar data bersifat epidemiologis dan memberikan hipotesis menarik yang harus dieksplorasi lebih lanjut.

Kulit  merupakan  organ terbesar manusia dan paling terpapar.

Kulit kita rentan terhadap radiasi berbahaya ultra violet (UV) dari sinar matahari yang menyebabkan kerusakan signifikan.

Sinar UV spektrum elektromagnetik dibagi menjadi tiga pita, disebut UVA, UVB dan UVC.

Kualitas dan kuantitas radiasi UV (UVR) di permukaan bumi tergantung pada keluaran energi matahari dan sifat transmisi atmosfer. 

Dari sudut pandang biologis, radiasi UVB sejauh ini merupakan bagian paling signifikan.

Dengan peningkatan suhu jangka panjang sebesar 2°C, sebagai konsekuensi dari perubahan iklim, dapat meningkatkan kanker akibat UV matahari sebesar 10 persen. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved