Longsor Jalur Sumbar Riau
Dua Hari Perjalanan dari Payakumbuh ke Pekanbaru, Ratusan Kendaraan Terjebak Macet 24 Jam
Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat di Kampar yang kini tengah diperbaiki menyisakan banyak kisah bagi pengemudi, ada yang terjebak macet hingga 24 jam
Penulis: Alex | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebelum penutupan total Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat Kilometer 106-107, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau pada Minggu (1/12/2024) dilakukan, sebelumnya diberlakukan jalan buka tutup.
Kondisi tersebut menyisakan banyak kisah para pengemudi, pasalnya saat diberlakukan sistem buka-tutup sebelumnya tersebut menyebabkan antrean panjang bahkan hingga 24 jam.
Fajar, seorang sopir travel rute Sumatera Barat-Riau (Payakumbuh-Pekanbaru), mengungkapkan pengalamannya saat terjebak kemacetan, sehingga membuatnya harus berdiam diri di sama selama lebih dari 24 jam di lokasi tersebut.
Diceritakannya, ia berangkat dari Payakumbuh pada Jumat (29/11/2024) sore, namun perjalanan terhenti akibat macet sejak malam hari di KM 106-107 Desa Tanjung Alai tersebut.
Hingga akhirnya baru sampai di Pekanbaru pada Minggu (1/12/2024) pagi.
"Kami berangkat sejak Jumat sore dari Payakumbuh. Karena jalan kan sudah buka tutup di Tanjung Alai. Ternyata, jam 10 malam sampai di Tanjung Alai macet. Kami kira buka tutup tidak akan lama, ternyata sudah masuk Sabtu pagi, tak juga dibuka, sampai Sabtu malam belum juga," kata Fajar kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (1/12/2024).
Fajar menambahkan bahwa banyak penumpang yang merasa kesal dan jenuh akibat kondisi tersebut.
Karena tidak bisa berbuat apa-apa di jalanan.
Apalagi kendaraan penuh sesak yang mengantre.
Ia memperkirakan ratusan kendaraan yang terjebak macet di sana.
Baca juga: Jalan Lintas Riau-Sumbar Ditutup Total, Ada Pemandangan Beton Pembatas di Lokasi Ini
Baca juga: Hari Kedua Tutup Total, Hujan Membayangi Pengerjaan Jalan Riau-Sumbar di Kampar yang Amblas
"Kami baru bisa melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 sampai di Pekanbaru Minggu pagi. Selama hampir dua hari di jalan, kami tidak bisa mandi dan hanya bertahan dengan makanan yang dijual di sekitar lokasi," ujarnya.
Sebagaimana diketahui kemacetan tersebut yang menyebabkan antrean kendaraan yang mengular tidak hanya menghambat aktivitas sopir dan penumpang, tetapi juga mengganggu distribusi barang antarprovinsi.
Warga dan pengendara berharap agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi jalan dan mengatasi penutupan yang berlarut-larut ini.
Keberlanjutan akses di jalur strategis ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)
| Hari Ke-3 Jalan Lintas Riau-Sumbar Tutup Total, Pengerjaan Jalur Baru di Kampar Sudah 70 Persen |
|
|---|
| Hari Kedua Tutup Total, Hujan Membayangi Pengerjaan Jalan Riau-Sumbar di Kampar yang Amblas |
|
|---|
| Jalan Lintas Riau-Sumbar Ditutup Total, Belum Berdampak Pada Harga Kebutuhan Dapur di Pekanbaru |
|
|---|
| Longsor Jalur Sumbar Riau, Masyarakat Diimbau Tetap Utamakan Keselamatan Saat Berkendara |
|
|---|
| Mobil Travel Pekanbaru Belum Alihkan Rute Terkait Jalan Longsor di Lintas Sumbar-Riau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Para-pengemudi-menunggu-buka-jalan-lintas-riau-smbar-ya-buka-tutup.jpg)