Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sekeluarga Tewas di Kediri

Sekeluarga yang Tewas di Kediri Itu Dirampok dan Dibunuh? Mobil Avanza Putih Hilang

Sekeluarga di Kediri yang terdiri dari 4 orang ditemukan bersimbah darah. Tiga orang dinyatakan meninggal, sedangkan satu korban lain kritis.

Editor: Muhammad Ridho
tribunnews
Petugas mengangkat tubuh Samuel Putra Yordaniel yang bersimbah darah ke rumah sakit. Samuel merupakan anak Agus Komaruddin (38), guru yang tinggal Petugas mengevakuasi jenazah korban pembunuhan yang menewaskan 3 orang dari keluarga guru bernama Agus Komarudin (38) yang dibantai bersam Kristina dan anak sulungnya di Dusun Gondang Legi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis pagi, 5 Desember 2024. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga anggota keluarga yang tinggal di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. 

Kejadian tersebut, diduga akibat aksi perampokan disertai pembunuhan pada Kamis (5/12/2024) pagi.

Korban adalah Agus Komarudin (38) dan istrinya, Kristiani (34) serta anak mereka, Christian Agusta Wiratmaja (9).

Anak bungsu pasangan tersebut, Samuel Putra Yordaniel yang masih duduk di bangku SD, ditemukan dalam keadaan terluka parah namun masih hidup.

Agus Komarudin dan Kristiani diketahui berprofesi sebagai guru.

Salah satu warga setempat, Minatun mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui penemuan tragis tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

Begitu informasi menyebar, lokasi kejadian langsung dipenuhi oleh warga yang ingin menyaksikan peristiwa berdarah tersebut.

"Warga menduga, kematian sekeluarga ini akibat penganiayaan yang berujung pada pembunuhan," kata Minatun.

Hal senada diungkapkan oleh oleh Karsiman (71), warga setempat lainnya, ia mengatakan bahwa setelah kejadian, mobil milik korban, sebuah Avanza putih, diketahui hilang dari lokasi.

Meskipun belum bisa memastikan adanya perampokan, ia menyebut satu mobil hilang usai kejadian. 

"Mobil Avanza putih hilang," ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Ngancar AKP Chardi Kukuh Wicaksono menjelaskan kronologi penemuan korban, yang dimulai ketika seorang saksi mendatangi rumah korban untuk mengecek kondisi mereka.

Agus, yang merupakan guru di SDN Babatan 1, seharusnya kembali mengajar pada Kamis, setelah izin satu hari pada Rabu (4/12/2024). 

"Ketika saksi mengetuk pintu rumah korban, tidak ada respons," bebernya. 

Saksi kemudian meminta bantuan keluarga korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved