Komisi II DPRD Pekanbaru Dorong Dishub Lakukan Digitalisasi Parkir
Komisi II DPRD Pekanbaru mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan digitalisasi parkir di Pekanbaru.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Komisi II DPRD Pekanbaru mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan digitalisasi parkir di Pekanbaru.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Rizky Bagus Oka mengatakan inovasi digitalisasi parkir ini sebenarnya tidak lah rumit. Seperti halnya pembayaran bisa melalui e-money pada alat parkir meter, QRIS barcode, atau bisa juga dengan menggunakan voucher.
"Kalau ada niat, pasti bisa. Tak mungkin Pemko tak bisa menyediakan ini. Mesin Elektronik Data Capture (EDC) kemarin aja bisa disiapkan, meski kini entah di mana mesin itu," tegas Bagus Oka usai hearing bersama Dishub dan PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) pengelola parkir di Pekanbaru.
Dalam hearing tersebut, dishub Pekanbaru mengaku sejak parkir dipihak-ketigakan, beberapa jukir dibekali mesin Elektronik Data Capture (EDC) sebagai alat bayar non tunai.
Namun temuan di lapangan, tak satu pun kini pakai EDC tersebut. Semuanya penagihan parkir pakai uang tunai.
Ini artinya, Dishub dan PT YSM hanya menang konsep saja. Maka tidak heran, PAD dari parkir tepi jalan umum ini banyak untuk oknum, meski setoran PT YSM ke Pemko setiap hari tetap sesuai nilai kontrak.
Baca juga: Komisi II DPRD Pekanbaru Duga Banyak Kebocoran di Sektor Pajak Parkir, Minta Evaluasi Pihak Ketiga
Baca juga: Pajak Parkir Diduga Diselewengkan Oknum Pengelola, DPRD Pekanbaru Siap Laporkan ke Penegak Hukum
Hal ini juga membuat makin menjamur jukir, hampir di setiap tempat usaha, permainan, di luar pusat perbelanjaan atau mal. Apalagi sejak tarif parkir dinaikkan Dishub Pekanbaru melalui Perwako Pekanbaru.
"Makanya digitalisasi parkir ini harus cepat diadopsi. Dishub jangan menang konsep saja. Ini juga akan memudahkan masyarakat, mengurangi keributan saat pembayaran, dan tentunya meningkatkan transparansi,” tambah Politisi Gerindra ini lagi.
Ke depan, PT YSM mau tidak mau harus beralih ke digitalisasi. Apalagi sebagian masyarakat kini sudah jarang pegang uang tunai. Sudah banyak setiap transaksi memakai non-tunai.
"Ini juga untuk efesien di lapangan," katanya.
Seperti diketahui, PAD yang berhasil disetorkan PT YSM ke kas daerah lebih dari Rp 15 miliar. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 14 miliar.
Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD lainnya H Fathullah. Katanya, kondisi parkir saat ini sudah layaknya dievaluasi.
Apa yang disampaikan sejak awal oleh Dishub dan PT YSM, baik itu ID Card, pembayaran non-tunai, rompi, itu sama sekali tidak ditemukan lagi di lapangan.
Parkir saat ini terkesan semaunya saja, dan lebih kepada ngambil uang masyarakat saja. Hal ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Namun minim action nyata dari Dishub dan PT YSM.
"Sampai kapan ini dibiarkan. Kita harapkan cepat ditata lagi. Jangan hanya seremonial, tapi di lapangan hasilnya nol," tegasnya.
| Pimpinan DPRD Beberkan Fokus Program Kerja Skala Prioritas di APBD Pekanbaru 2026 |
|
|---|
| DPRD Pekanbaru Wanti-wanti Pajak Parkir di Indomaret dan Alfamart Jangan Sampai Bocor |
|
|---|
| Masih Ada Oknum Jukir di Pekanbaru yang Coba Pungut Retribusi Parkir di Dua Ritel Modern |
|
|---|
| Hari Ini DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2026 |
|
|---|
| Atasi Kabel Internet Semrawut, DPRD Pekanbaru Minta Prioritaskan Bahas Ranperda Telekomunikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/FOTO_Dishub_Pekanbaru_Siap_Menerima_Laporan_Layanan_Parkir_di_Bulan_Ramadan_1.jpg)