Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Komisi II DPRD Pekanbaru Dorong Dishub Lakukan Digitalisasi Parkir

Komisi II DPRD Pekanbaru mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan digitalisasi parkir di Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Juri parkir tengah bekerja di Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (21/3/2024). Aktivitas para juru parkir di Kota Bertuah terus dalam pengawasan selama Ramadan 1445 H. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Komisi II DPRD Pekanbaru mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan digitalisasi parkir di Pekanbaru.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Rizky Bagus Oka mengatakan inovasi digitalisasi parkir ini sebenarnya tidak lah rumit. Seperti halnya pembayaran bisa melalui e-money pada alat parkir meter, QRIS barcode, atau bisa juga dengan menggunakan voucher.

"Kalau ada niat, pasti bisa. Tak mungkin Pemko tak bisa menyediakan ini. Mesin Elektronik Data Capture (EDC) kemarin aja bisa disiapkan, meski kini entah di mana mesin itu," tegas Bagus Oka usai hearing bersama Dishub dan PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) pengelola parkir di Pekanbaru.

Dalam hearing tersebut, dishub Pekanbaru mengaku sejak parkir dipihak-ketigakan, beberapa jukir dibekali mesin Elektronik Data Capture (EDC) sebagai alat bayar non tunai.

Namun temuan di lapangan, tak satu pun kini pakai EDC tersebut. Semuanya penagihan parkir pakai uang tunai.

Ini artinya, Dishub dan PT YSM hanya menang konsep saja.  Maka tidak heran, PAD dari parkir tepi jalan umum ini banyak untuk oknum, meski setoran PT YSM ke Pemko setiap hari tetap sesuai nilai kontrak.

Baca juga: Komisi II DPRD Pekanbaru Duga Banyak Kebocoran di Sektor Pajak Parkir, Minta Evaluasi Pihak Ketiga

Baca juga: Pajak Parkir Diduga Diselewengkan Oknum Pengelola, DPRD Pekanbaru Siap Laporkan ke Penegak Hukum

Hal ini juga membuat makin menjamur jukir, hampir di setiap tempat usaha, permainan, di luar pusat perbelanjaan atau mal. Apalagi sejak tarif parkir dinaikkan Dishub Pekanbaru melalui Perwako Pekanbaru.

"Makanya digitalisasi parkir ini harus cepat diadopsi. Dishub jangan menang konsep saja. Ini juga akan memudahkan masyarakat, mengurangi keributan saat pembayaran, dan tentunya meningkatkan transparansi,” tambah Politisi Gerindra ini lagi.

Ke depan, PT YSM mau tidak mau harus beralih ke digitalisasi. Apalagi sebagian masyarakat kini sudah jarang pegang uang tunai. Sudah banyak setiap transaksi memakai non-tunai.

"Ini juga untuk efesien di lapangan," katanya.

Seperti diketahui, PAD yang berhasil disetorkan PT YSM ke kas daerah lebih dari Rp 15 miliar. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 14 miliar.

Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD lainnya H Fathullah. Katanya, kondisi parkir saat ini sudah layaknya dievaluasi.

Apa yang disampaikan sejak awal oleh Dishub dan PT YSM, baik itu ID Card, pembayaran non-tunai, rompi, itu sama sekali tidak ditemukan lagi di lapangan.

Parkir saat ini terkesan semaunya saja, dan lebih kepada ngambil uang masyarakat saja. Hal ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Namun minim action nyata dari Dishub dan PT YSM.

"Sampai kapan ini dibiarkan. Kita harapkan cepat ditata lagi. Jangan hanya seremonial, tapi di lapangan hasilnya nol," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved