Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

DETIK-DETIK Oknum Polisi di NTB Duel dengan Warga , Diduga Dipicu Masalah Perselingkuhan

Diduga dipicu malasaha selingkuh, oknum polisi duel dengan warga . Warga yang terluka tersabet parang yang sengaja dibawa

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
Doukmen/ Tribunpekanbaru
POLISI DUEL - (ilustrasi ) Polisi duel dengan warga . Duel tersebut dipicu oleh perselingkuhan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ngeri, oknum polisi terlibat duel dengan seorang warga . Duel yang berdarah itu diduga dipicu masalah perselingkuhan .

Dari informasi sementara , dua orang yang terlibat duel yakni Aipda Lalu Saefudin dan seorang warga bernama Lalu Ahmad Damiati.

Peristiwa terjadi di halaman Puskesmas Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu (9/2/2025).

Baca juga: Viral Warga Gerebek Aktivitas Diduga Pesta Asusila Bertiga di Kuansing, ini Kata Camat Singingi

Dari insiden tersebut Dimyati yang awalnya yang memiliki senjata tajam, justru mengalami luka .

Berikut ini Kronologinya

Insiden ini diduga dipicu oleh masalah pribadi yang berkaitan dengan perselingkuhan.

Camat Pujut, Jumahir, menyatakan bahwa kedua terlibat dalam duel tersebut merupakan warga Desa Ketare.

"Mungkin yang terekspos adalah kasus perselingkuhan, tetapi hasil penyelidikan tentu kita menunggu dari pihak kepolisian," ungkap Jumahir kepada TribunLombok pada Minggu (9/2/2025).

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan Polres Lombok Tengah.

Penjabat Kepala Desa Ketare, Putrangsa, menjelaskan bahwa aksi duel tersebut merupakan masalah pribadi antara kedua belah pihak.

"Rekan Kapolsek juga sudah ke TKP. Mungkin nanti rekan Kapolsek yang menjelaskan," ujar Putrangsa.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini keduanya sedang dalam proses perawatan di rumah sakit.

Putrangsa menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada kepolisian.

"Pemerintah desa belum bisa bertindak karena kedua pihak masih terluka dan tidak bisa dimintai keterangan," jelasnya.

Ia juga mengimbau agar warga tidak terprovokasi dan menghindari pengerahan massa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved