Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

VIRAL Siswa SD di Asahan Diculik, Terungkap Fakta Sebenarnya

Lanjutnya, korban sempat diseret-seret dan dipaksa masuk kedalam mobil dan langsung dibawa pergi oleh para pelaku.

TRIBUN MEDAN/ALIF
PENCULIKAN ANAK - Asmiyati, Kepala Sekolah SD Taman Siswa Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Asmiyati menerangkan OK (7) siswi yang sempat dikabarkan diculik ternyata dijemput paksa oleh ibunya, Kamis (20/2/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabar mengenai penculikan seorang siswa SD Taman Siswa Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Rabu (19/2/2025) ternyata tidak benar.

Kepala Sekolah SD Taman Siswa Sidodadi, Asmiyati, mengklarifikasi bahwa siswa berinisial OK (7) tersebut tidak diculik oleh orang tak dikenal.

OK dibawa oleh ibu kandungnya sendiri yang datang ke sekolah untuk menjemputnya.

Kejadian ini bermula ketika OK dipanggil keluar kelas untuk menemui tamu.

Ternyata, tamu tersebut adalah ibu kandungnya.

Asmiyati menjelaskan bahwa ini bukanlah penculikan, melainkan kesalahpahaman.

"Saat itu ibu-ibu datang ke sekolah. Katanya mau bertamu ketemu sama anaknya. Kami panggillah si anak, kemudian kami tanya si anak ini, dia memang membenarkan kalau itu ibunya," ujar Asmiyati, Kamis (20/2/2025).

Katanya, selama proses pertemuan tersebut, guru-guru memantau pergerakan sang ibu dan anak.

Bahkan, ada empat orang guru turut mengawasi sang anak.

Baca juga: 7 FAKTA Pria Ditangkap Polisi 1 Hari Usai Resepsi: Terkuak Hubungan Intim dengan Gadis 16 Tahun

Baca juga: 4 Oknum Polisi di Lampung Diduga Peras Warga Rp 25 Juta, Modus Tuduh Bawa Sabu

"Karena sebelumnya memang orang tua atau ayahnya si anak ini menitipkan pesan kalau jangan ada yang boleh menjemput sang anak kecuali dirinya," ungkapnya.

Sepanjang proses pertemuan tersebut, tidak ada gerak-gerik mencurigakan sang ibu dan sehingga, guru-guru tidak mencurigai sang anak akan dibawa.

"Disitu abangnya, yang masih kelas 5 SD juga dipanggil. Karena dia tau itu ibunya, kemudian dia tidak mau dan kembali naik ke kelasnya," kata Asmiyati.

Setelah berbincang, posisi ibu dan anak ini bergeser mendekati pintu gerbang sekolah.

Namun, pihak sekolah juga belum mencurigai bahwa anak tersebut akan dilarikan.

"Ibunya sudah sempat pamit mau pergi. Disitu, dikeluarkannya uang Rp 100 ribu, disuruhnya anak ini untuk bagi dua dengan abangnya. Gataunya, setelah saya lengah, dibawanya anak ini keluar dari pagar, dan dimasukan ke dalam mobil," jelasnya.

Setelah dimasukan ke dalam mobil, guru-guru sempat berteriak dan memicu warga untuk mengejar mobil tersebut.

"Sempat dikejar. Cuma ga dapat. Dia menggunakan mobil hitam dengan plat nomor ditutupi dengan plastik. Kalau kata orang yang ngerti mobil, mobilnya itu mobil Ertiga," ujarnya.

Disinggung soal adanya kekerasan dalam membawa sang anak, pihak sekolah menampik hal tersebut.

Dan mengaku, ibunya hanya menggendong dimasukan ke dalam mobil.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi OK (7) diculik dari sekolah dasar (SD) Taman Siswa, Kelurahan Sidodadi, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Rabu (19/2/2025) pagi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved