Potensi Danantara Akselerasi Hilirisasi Perkebunan Negara
Data Kementerian BUMN tahun 2023, menunjukkan PTPN Group berada diurutan ke-11 sebagai pemilik aset terbesar.
Namun, PTPN Group tidak kalah strategis karena nilai asetnya terus meningkat dan masih banyak potensi kenaikan nilai tambah jika aset dikelola lebih optimal.
Data Kementerian BUMN tahun 2023, menunjukkan PTPN Group berada diurutan ke-11 sebagai pemilik aset terbesar.
Total Nilai aset Holding Perkebunan mencapai Rp143.900 triliun. Diurutan 10 besar ditempati Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, BTN, Taspen, Telkom Indonesia, MIND ID dan Hutama Karya.
Sementara itu, luas lahan Holding BUMN Perkebunan mencapai 1,18 juta hektare.
Sedangkan, salah satu sub holding, yaitu Palm Co memiliki lahan sawit terbesar di dunia, melebihi luas lahan sawit Malaysia Sime Darby dan Golden Agri milik Sinar Mas.
Ini tentu luar biasa karena hilirisasi produk sawit akan sangat banyak memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.
Lebih jauh, Hans Kwee mengemukakan PTPN menghasilkan banyak produk perkebunan, jika dilakukan proses hilirisasi akan memberikan nilai tambah lebih besar terhadap perekonomian nasional, seperti kelapa sawit, karet, teh, tebu, dan kopi.
“Perlu membuat pabrik yang canggih dengan investasi tinggi. Danantara bisa menjadi salah satu solusi untuk hal ini. PTPN perlu membuat rencana untuk hilirisasi produk perkebunan dan rencana investasi agar dapat di sinergikan dengan Danantara, sehingga tujuan PTPN menjadi pemain utama dalam ketahanan pangan dan energi nasional dapat diakselerasi,” ujarnya.
Ketika PTPN membutuhkan tambahan sumber pendaaan untuk expansi bisnis, bahkan ternasuk untuk membiayai petani ataupun mitra lainnya namun belum sepenuhnya tercover pemerintah, dia mengatakan akan lebih mudah diperoleh dengan adanya Danantara.
“Semisal saat PalmCo mengurusi penanaman padi gogo di lahan peremajaan sawit rakyat yang belum dicover biayanya oleh Pemerintah, Danantara mungkin bisa menjadi alternatif sumber pendanaan dengan interest rendah untuk petani,” tukasnya.
Sebelumnya, Senin 24 Februari 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Danantara Indonesia adalah badan pengelola investasi strategis yang mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dasar hukum pembentukan Danantara Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 19 Tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Danantara, serta Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara Indonesia.
(Adv)
| Karyawan PTPN IV Regional III Masifkan Gerakan Bike to Work, Dukung Efisiensi Energi |
|
|---|
| Tiga Atlet Tenis Junior PTPN IV Berpeluang Perkuat Indonesia di Turnamen Asian Tenis Federation 2026 |
|
|---|
| Pensiunan Karyawan Satu Suara Dukung Keberlanjutan PTPN IV Regional III |
|
|---|
| Siaga Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi |
|
|---|
| Gerak Cepat PTPN IV PalmCo Bangun Kembali Gedung Sekolah Rokan Hulu Pasca Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/PTPN-Group-berada-diurutan-ke-11-sebagai-pemilik-aset-terbesar.jpg)