Berita Viral
Tinggal Dua Tangga Lagi , Teddy Indra Wijaya jadi Jenderal, Ini Jenjang Pangkat TNI AD
Teddy Indra Wijaya hanya butuh dua tangga lagi untuk menabsihkan dirinya sebagai seorang jenderal . Tentu itu bisa jadi karir yang moncer
TRIBUNPEKANBARU.COM - Begitu moncernya prestasi Teddy Indra Wijaya. Sejak menjabar Sekretaris Kabinet ( Seskab) ia semakin menapat perhatian .
Bahkan ia punya kewenangan yang tinggi terhadap para Menteri di bawah susunan Presiden Prabowo Subianto .
Namanya langsung melejit setelah kabar ia mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel ( letkol ).
Pangkat Teddy sebelumnya Mayor. Ia kemudian mulai menjadi pendamping Prabowo Subianto sampai kini menjadi orang kepercayaan.
Hal itulah yang kemudian menjadikan sosok Teddy Indra Jaya mendapat perhatian pula dari publik Indonesia .
Salah satunya karir Prajuritnya yang melejit
Nah , setelah dengan jabatan Letkol , Teddy Indra Yana hanya butuh dua tangga lagi untuk posisi Jenderal
Berikut tahapan dalam kepangkatan TNI AD
Berikut Urutan Kepangkatan di TNI AD
Pangkat Perwira
1. Jenderal TNI
2. Letnan Jenderal TNI (Letjen TNI)
3. Mayor Jenderal TNI (Mayjen TNI)
4. Brigadir Jenderal TNI (Brigjen TNI)
5. Kolonel (Kol)
6. Letnan Kolonel (Letkol)
7. Mayor (May)
8. Kapten (Kapt)
9. Letnan Satu (Lettu)
10. Letnan Dua (Letda)
Dinilai janggal
Meski demikian, kabar kenaikan pangkat Teddy dinilai janggal. Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin.
Menurut dia, kenaikan pangkat Letkol Teddy hanya didasarkan pada surat perintah, bukan surat keputusan.
Biasanya, kata dia, kenaikan pangkat TNI secara umum dilakukan dalam dua periode selama satu tahun, yakni pada 1 April dan 1 Oktober.
Ketentuan tersebut tidak selalu berlaku bagi perwira tinggi TNI karena mereka bisa mendapat kenaikan pangkat sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.
“Kenaikan pangkat untuk Mayor Teddy menjadi letkol itu sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang biasa,” ujar TB Hasanuddin, Jumat (7/3/2025).
TB Hasanuddin juga menyampaikan, Teddy mendapat kenaikan pangkat lewat skema Kenaikan Pangkat Reguler Percepatan (KPRP). Ia mengaku belum pernah mendengar istilah tersebut selain Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
KPLB biasanya diberikan kepada prajurit TNI yang berprestasi dan menunjukkan keberanian luar biasa di medan pertempuran.
Berdasarkan hal itu, TB Hasanuddin mempertanyakan, apakah ada prajurit lainnya di TNI yang mendapat kenaikan pangkat lewat skema KPRP atau kebijakan ini hanya diberlakukan untuk Teddy.
Ia pun meminta TNI terbuka terkait pengangkatan dan kenaikan pangkat di lingkungan TNI supaya tidak timbul pertanyaan dari masyarakat.
TNI pasang badan?
Sejauh ini, TNI AD belum terbuka menyampaikan alasan kenaikan pangkat Teddy.
Kadispenad Wahyu hanya mengatakan, pimpinan memiliki pertimbangan yang tidak perlu menjadi konsumsi publik. Pertimbangan yang dimaksud mencakup prestasi, kinerja, atau pertimbangan lainnya.
“Ya, pertimbangan pimpinan kan kita enggak harus kasih tahu kan,” ujar Wahyu saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/3/2025).
“Yang juga mungkin tidak perlu kita sampaikan (menjadi) konsumsi publik. Yang jelas pasti ada pertimbangannya dan sesuai ketentuan, kan gitu. Internal di kita,” tambahnya.
KPRP bukan hal baru
Wahyu juga menyampaikan, KPRP yang menjadi dasar kenaikan pangkat Teddy bukan hal baru di TNI. Dia bilang, sudah banyak prajurit TNI yang menerima kenaikan pangkat melalui skema tersebut.
Wahyu tidak menjelaskan secara rinci apa saja pertimbangan yang diambil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terkait KPRP.
Ia hanya mengatakan, KPRP berbeda dengan KPLB dan aturannya sudah ada.
“Ya, beda (dengan kenaikan pangkat luar biasa), itu kan ada aturannya, di kita ada aturannya semua, KPLB apa, kenaikan pangkat reguler percepatan itu juga apa, juga semua di ketentuan militer ada. Dan itu sudah berlaku lama,” imbuhnya.
Namun, Wahyu tak menjelaskan detail aturan yang memuat KPRP.
“Ya ada, ada. Kan kita enggak melakukan sesuatu hal yang baru. Itu sudah ada ketentuannya diatur dalam peraturan TNI itu sudah ada,” pungkas Wahyu.
Lukai perasaan prajurit
Secara terpisah, Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra menilai, kenaikan pangkat Teddy dari mayor ke letnan kolonel (letkol) dapat menyakiti hati prajurit TNI yang bertugas di lapangan.
Menurut Ardi, di lingkungan TNI, terdapat lebih banyak prajurit yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan, bahkan sampai mempertaruhkan nyawa.
Mereka yang telah berjuang demi bangsa dan negara seharusnya lebih layak diapresiasi dan mendapatkan promosi kepangkatan ketimbang kenaikan pangkat karena akses politik.
"Elite politik dan pimpinan TNI juga harus sadar bahwa kebijakan kenaikan pangkat Mayor Teddy juga berpotensi melukai perasaan para prajurit di lapangan yang selama ini telah mempertaruhkan nyawa bagi negara serta dapat mendemoralisasi mereka yang telah berjuang dengan dedikasi tinggi," ujar Ardi dalam siaran pers, Jumat (7/3/2025).
Ardi menilai, Teddy tidak pernah melaksanakan tugas atau jabatan sebagaimana prajurit TNI di lapangan pada umumnya sejak ia menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo.
Oleh karena itu, Ardi berpendapat, kenaikan pangkat Mayor Teddy menjadi letkol bermuatan politis dan tidak didasarkan pada prestasi ataupun meritokrasi.
Imparsial juga mempersoalkan posisi Teddy sebagai Seskab yang tidak termasuk dalam daftar 10 jabatan sipil yang dapat diduduki TNI aktif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TNI.
"Alih-alih memiliki prestasi, Mayor Teddy dalam Pemilu 2024 lalu justru secara terang-terangan telah melakukan pelanggaran terhadap netralitas TNI dalam pemilu, yakni terlibat langsung dalam politik praktis, yaitu memakai atribut kampanye pasangan Prabowo-Gibran," kata Ardi.
Ardi menilai, kenaikan pangkat Teddy menyalahi aturan karena ia semestinya mengundurkan diri dari dinas militer sebelum menerima jabatan sipil.
"Alih-alih mendapatkan sanksi, Mayor Tedy malah mendapatkan kenaikan pangkat. Tindakan ini menunjukkan adanya perlakuan yang tidak adil (unfair) dalam sistem promosi kepangkatan di lingkungan TNI, serta mengancam profesionalisme dan integritas institusi pertahanan negara," kata Ardi.
Karir Moncer
Perjalanan karier Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kian moncer. Terbaru, pada Kamis (6/3/2025), Teddy menerima kenaikan pangkat dari sebelumnya mayor menjadi letkol.
Kenaikan pangkat ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.
"Saya sampaikan kepada rekan rekan media bahwa informasi tersebut memang betul dan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI dan dasar perundang-undangan (perpres), secara administrasi juga semua sudah dipenuhi," kata Wahyu dalam pesan singkatnya, Kamis (6/3/2025), dikutip dari Antara.
Pengangkatan jabatan Teddy itu tertera dalam Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Wahyu.
Dalam surat perintah tersebut, terdapat lima poin yang menjadi dasar kenaikan pangkat Teddy, yaitu:
Peraturan Panglima TNI Nomor 53 Tahun 2017 tentang Penggunaan Prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Peraturan Panglima TNI Nomor 87 Tahun 2022 tentang Perubahan ke-3 atas Peraturan Panglima TNI Nomor 50 Tahun 2015 tentang
Kepangkatan Prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/238/II/2025 Tanggal 25 Februari 2025 tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Reguler
Percepatan (KPRP) dari Mayor Teddy ke Letkol a.n Mayor Inf Teddy Indra Wijaya, S.S.T.Han.,M.Si. NRP 11110010020489, Sekretaris Kabinet.
Peraturan Kasad Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Kepangkatan Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Keputusan Kasad Nomor Kep/462/VIII/2021 tanggal 4 Agustus 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Karier Perwira TNI AD, dan Pertimbangan Pimpinan Angkatan Darat. (*)
Geger, Salsa yang Ajak Debat Ahmad Sahroni Mengaku dapat Intimidasi, Ia Khawatirkan Keluarganya |
![]() |
---|
Mengulik Opini Viral dari Wamen Stella: Uang Bikin Bahagia Bila Dibelanjakan untuk Orang Lain |
![]() |
---|
Geger, Oknum Jaksa Kasus Uang Palsu UIN Makassar Diduga Minta Uang 5 Miliar untuk Ringankan Tuntutan |
![]() |
---|
SOSOK Anggota DPRD Bebizie Disorot Usai Pamer Liburan ke Eropa: Eks Penyanyi Dangdut |
![]() |
---|
Terungkap, Inilah Penyebab Polisi Belum Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.