Penganiayaan di Depan Polsek Bukit Raya

Sosok Kompol Syafnil, Kapolsek Bukit Raya yang Dicopot Usai 4 Anggotanya Nonton Pengeroyokan Wanita

Berikut sosok Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru, Kompol Syafnil yang kini tengah jadi sorotan di media sosial.

Editor: Muhammad Ridho
Kolase Dok Polsek Bukit Raya
KAPOLSEK DICOPOT - Sosok Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru, Kompol Syafnil kini tengah jadi sorotan. Ia dicopot gara-gara empat anggotanya nonton wanita dikeroyok. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut sosok Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru, Kompol Syafnil yang kini tengah jadi sorotan di media sosial.

Syafnil dicopot dari jabatannya usai sempat membela empat anggotanya yang menonton aksi pengeroyokan wanita di depan kantor Polsek Bukit Raya.

Pada insiden itu, Kompol Syafnil mengatakan kalau empat anggotanya itu sudah tua dan sakit-sakitnya.

Sehingga saat ada pengeroyokan di depan kantornya, mereka hanya bisa menonton tanpa melakukan apa pun.

Peristiwa ini terjadi di depan Mapolsek Bukit Raya, Jalan Unggas, Pekanbaru, Sabtu (19/4/2025) tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban diketahui merupakan seorang wanita bernama Ramadhani Putri (31).

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa pengeroyokan itu berawal saat korban dikeroyok oleh kelompok debt collector bernama Fighter.

Korban dan kelompok debt collector itu disebut berselisih dengan korban karena memperebutkan target penarikan mobil yang sama.

Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil, membenarkan bahwa para pelaku dan korban berasal dari kelompok debt collector yang berbeda.

"Pelaku dan korban sama-sama debt collector dengan kubu yang berbeda," kata Syafnil.

Syafnil menuturkan, korban dan pelaku sempat bertemu di sebuah hotel untuk bernegosiasi mengenai penarikan mobil tersebut.

Namun upaya damai yang dimediasi oleh anggota polisi tak membuahkan hasil. 

Pelaku kemudian menghubungi korban dan seorang saksi untuk bertemu di kawasan Jalan Parit Indah.

Namun, di lokasi tersebut, kelompok pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang malah melakukan perusakan terhadap mobil korban.

Karena ketakutan, korban melarikan diri ke Polsek Bukit Raya.

"Korban dikeroyok di dekat gerbang masuk mapolsek," kata Syafnil.

Para pelaku disebut memukul korban dan mobilnya menggunakan batu dan kayu.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka hingga mengeluarkan darah dan langsung melaporkan kejadian ke Polsek Bukit Raya.

4 Polisi hanya Menonton

Saat kejadian, diakui Syafnil, ada empat anggotanya yang sedang piket.

Menurut dia, keempat anggotanya itu sempat berusaha ingin menolong korban.

Namun karena jumlah pelaku lebih banyak, maka anggotanya pun hanya bisa menonton.

Ia juga beralasan kalau anggota piketnya itu sudah berusia tua dan sakit-sakitan.

"Anggota saya yang sedang piket ini sudah berusaha membantu, tapi kalah jumlah. Apalagi, anggota piket sudah tua-tua dan sakit-sakitan. Ada yang sakit gula, hipertensi, saraf terjepit, dan ada yang bahunya sudah dipasang pen," ungkapnya.

Syafnil justru menyalahkan empat anggota polisi dari satuan lain yang saat itu ada di lokasi juga.

Menurut Syafnil, empat anggota polisi dari satuan lain itu juga tampak tidak membantu korban.

Bahkan ia juga mengatakan kalau keempat polisi tersebut ikut bersama rombongan debt collector Fighter dan hanya merekam kejadian.

"Di situ ada anggota polisi empat orang. Tapi saya tidak sebutkan dari satuan mana ya. Mereka ini sama rombongan debt collector Fighter itu. Cuma mereka melihat saja dan merekam video, tidak ada yang mau menolong. Mereka (empat polisi) sudah saya sampaikan ke Polresta Pekanbaru dan Polda Riau," kata Syafnil.

Kasus pengeroyokan ini kemudian ditangani oleh Polresta Pekanbaru.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Syafnil menyebut, empat pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah AI alias Kevin (46) yang merupakan Ketua Debt Collector Fighter, serta tiga anggotanya, MHA (18), RI alias Rio (46), dan RS alias Randi (34).

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Bukit Raya, Satreskrim Polresta Pekanbaru, dan Jatanras Polda Riau.

"Tujuh orang pelaku lainnya masih sedang diburu. Sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang)," ujar Syafnil.

Kapolsek Dicopot

Imbas dari kejadian itu, Kompol Syafnil pun dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Bukit Raya.

Pencopotan tersebut dilakukan Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan pada Senin (21/4/2025).

"Mutasi terhadap Kapolsek Bukit Raya adalah langkah tegas yang diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas kepemimpinan, pengawasan, dan respons dalam penanganan situasi di wilayah hukumnya," jelas Herry.

Herry menekankan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pimpinan di tingkat Polsek dan jajaran untuk memastikan wilayahnya aman, personelnya disiplin, serta mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.

Baca juga: SOSOK Polisi di Pacitan yang Perkosa Tahanan Wanita, Beraksi 2 Kali Seminggu, Kini Terancam Dipecat

"Ini bukan hanya bagian dari rotasi rutin, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga kualitas dan integritas pelayanan publik," tambahnya.

Herry mengingatkan bahwa setiap anggota Polri harus memahami bahwa jabatan adalah amanah, dan kepercayaan masyarakat tidak boleh dikhianati oleh kelalaian, pembiaran, atau ketidaktegasan dalam bertindak.

"Saya instruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, kecepatan bertindak, dan kepekaan terhadap situasi kamtibmas. Jangan beri ruang sedikit pun kepada pelanggaran hukum, apalagi yang mencederai rasa keadilan masyarakat," tegasnya.

Herry menegaskan bahwa Polda Riau akan terus mengedepankan penegakan hukum yang adil, tegas, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

"Tidak ada tempat bagi pembiaran, kompromi, atau kelengahan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum," ujarnya.

Digantikan Kompol David Ricardo
Jabatan Kapolsek Bukit Raya yang sebelumnya diduduki oleh Kompol Syafnil pun kini sudah resmi digantikan oleh Kompol David Ricardo.

Sementara itu, Kompol Syafnil kini dimutasi ke Polda Riau.

Kompol David Ricardo sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Pekanbaru.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul SOSOK Kapolsek Bukit Raya, Dicopot Gara-gara Bela 4 Anggotanya yang Nonton Pengeroyokan Wanita, https://bogor.tribunnews.com/2025/04/22/sosok-kapolsek-bukit-raya-dicopot-gara-gara-bela-4-anggotanya-yang-nonton-pengeroyokan-wanita?page=all.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved