Berita Regional
Emak-Emak Dihajar Massa di Pasar Mangu Boyolali: Diduga Curi Bawang, Ahmad Sahroni Geram
Hanya saja, saat anggota Polsek Ngemplak tiba di lokasi kejadian nenek tersebut sudah pergi dari pasar.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemandangan mengerikan mengejutkan publik di media sosial.
Seorang ibu, berlumuran darah, ditemukan usai diduga menjadi sasaran amuk massa di pasar Mangu, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
Rekaman video yang viral, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni, memperlihatkan betapa pilunya kondisi sang ibu.
Dia tampak terseok-seok dan kesulitan saat menuruni anak tangga, jelas terluka parah.
Keterangan yang menyertai video tersebut mengungkap alasan di balik kekerasan brutal itu.
Sang ibu diduga dihajar massa lantaran mencuri bawang dari salah satu pedagang di pasar Mangu.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui unggahan yang sama, menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan warga yang main hakim sendiri terhadap ibu yang disebutnya sebagai nenek tersebut.
"Kalo mmg bener dia salah Wajib di Tegur , Bukan dengan Cara Premanisme begini...
.
bener2 ga ada Perasaan banget sm Orang tua ...
.
Wajib di tangkap Pelaku yg Telah memukul si nenek nya kl begini," tulis Ahmad Sahroni.
Sementara, Polsek Ngemplak yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Ngemplak, AKP Widarto, mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian dan memintai keterangan sejumlah saksi.
Peristiwa itu ternyata terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2025.
"Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu jam 05.00 WIB pagi," kata Kapolsek Ngemplak, AKP Widarto, Rabu (7/5/2025).
Hanya saja, saat anggota Polsek Ngemplak tiba di lokasi kejadian nenek tersebut sudah pergi dari pasar.
Widarto mengemukakan, identitas nenek tersebut juga belum diketahui.
Karena saat ditanya, dia tidak membawa identitas sama sekali.
Pihaknya belum mengetahui identitas nenek tersebut. Warga di pasar juga tidak ada yang mengenali, nenek itu warga mana.
"Untuk identitas, saat ditanya tidak membawa identitas sama sekali," terangnya.
Sementara dari keterangan saksi-saksi, warga di pasar hingga menghajar nenek itu karena ternyata perbuatan itu tak hanya sekali ini saja.
Hanya saja, pedagang hanya mendiamkan nenek itu dan tak melaporkannya ke petugas.
"Mengapa sampai segitunya, ternyata ibu ini sebelumnya pernah melakukan aksinya. Istilah wong jowo, ngutil di pedagang Pasar Mangu. Pas hari kejadian itu mungkin warga sudah, didiamkan kok masih saja. Bahasane geregetan (geram)," ungkapnya.
"Dari pedagang maupun pengelola pasar mereka tidak mempermasalahkan, tidak ada membuat laporan ke Polisi," pungkasnya.
Selain itu, pihak keamanan pasar sempat berupaya mengajak yang bersangkutan untuk berobat ke rumah sakit, namun ditolak.
"Korban atau pelaku ini milih pingin langsung pulang saja," kata Kapolsek .
| Misteri Penemuan Mayat Berkalung Terapung di Laut, Pihak RS: Tak Ada Lagi Organ Dalam |
|
|---|
| Rekam Jejak Ismail A Jalil, Bupati yang Sindir Prabowo dan Gibran: Pusat Tutup Mata |
|
|---|
| Fakta Baru Mahasiswi UMM Dibunuh Polisi Pangkat Bripka, Diduga Bayar Teman Masa Kecil |
|
|---|
| Nasib Oknum Polisi yang Bunuh Mahasiswi ULM Zahra Dilla, Sanksi PTDH |
|
|---|
| Prada Y, Oknum TNI yang Ditangkap Usai Penemuan Jasad Wanita Ternyata Baru 6 Bulan Jadi TNI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/DUGAAN-PENGANIAYAAN-DI-BOYOLALI.jpg)