Berita Regional
Nasib Oknum Polisi yang Bunuh Mahasiswi ULM Zahra Dilla, Sanksi PTDH
Zahra Dilla diketahui merupakan teman dekat calon istri pelaku Bripda Muhammad Seili (20) dan sebelumnya disebut pernah menjalin hubungan i
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat berujung dengan penangkapan seorang oknum polisi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Oknum polisi bernama Bripda Muhammad Seili diduga membunuh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Zahra Dilla (20).
Zahra Dilla diketahui merupakan teman dekat calon istri pelaku Bripda Muhammad Seili (20) dan sebelumnya disebut pernah menjalin hubungan intim dengannya.
Akibat perbuatannya, Bripda Muhammad Seili (20) tidak hanya harus menghadapi proses hukum pidana, tetapi juga menerima sanksi tegas dan dipastikan dipecat dari institusi Polri, menandai akhir kariernya sebagai aparat penegak hukum.
Seperti diekathui, kasus kematian Zahra Dilla (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sebelumnya menyimpan misteri kini menemukan titik terang.
Jasad Zahra Zilla ditemukan oleh petugas kebersihan Dinas PUPR Kota Banjarmasin di selokan kawasan Simpang Empat Sungaiandai, Banjarmasin, Rabu (24/12/2025) pagi.
Polisi terus menelusuri pelaku dan motif pelaku sengaja membuang jasad perempuan 20 tahun tersebut.
Akhirnya, setelah ditelusuri intensif, pelaku pembunuhan adalah Bripda Muhammad Seili (20), anggota Sat Samapta Polres Banjarbaru.
Kini Bripda Muhammad Seili sudah ditahan di Polda Kalsel dan menanti proses sidang etik yang dijadwalkan Senin (29/12/2024) pekan depan.
Baca juga: Sadisnya Oknum Polisi Bripda Seili yang Menghabisi Mahasiswi ULM Zahra Dilla
Motif cinta segitiga
Bripda Seili tega menghabisi nyawa Zahra Dilla karena motif cinta segitiga.
“Tersangka sudah sidang pernikahan dengan calon istrinya (rencana menikah pada 26 Januari 2026). Sedangkan korban adalah teman calon istrinya,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi, Jumat (26/12/2025).
Adam menjelaskan, pelaku panik dan emosi setelah korban menyampaikan akan mengungkap perbuatan pelaku kepada calon istrinya.
“Dari hasil pemeriksaan, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Saat itu korban menyampaikan niat memberitahu calon istri pelaku, sehingga pelaku merasa tertekan dan panik sampai nekat mencekik korban,” katanya.
Adam menjelaskan peristiwa bermula saat pelaku dan korban bertemu Selasa (23/12/2025) pukul 20.00 Wita di perempatan Malimali, Banjar.
“Korban menggunakan sepeda motor, sementara pelaku menggunakan mobil,” katanya.
| Detik-detik Mobil Dapur MBG Hantam Deretan Lapak UMKM di Bekasi, Pedagang Jadi Korban |
|
|---|
| Kecelakaan Kereta Api Terjadi Lagi, KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Pengantar Jemaah Haji |
|
|---|
| Misteri Penemuan Mayat Berkalung Terapung di Laut, Pihak RS: Tak Ada Lagi Organ Dalam |
|
|---|
| Rekam Jejak Ismail A Jalil, Bupati yang Sindir Prabowo dan Gibran: Pusat Tutup Mata |
|
|---|
| Fakta Baru Mahasiswi UMM Dibunuh Polisi Pangkat Bripka, Diduga Bayar Teman Masa Kecil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/PELAKU-PEMBUNUHAN-MAHASISWI-ULM.jpg)