Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Nasional

Libatkan 120 Sejarawan, Sejarah Indonesia Ditulis Ulang, Apakah Ada yang Salah ?

Ada apa dengan sejarah Indonesia yang akan ditulis ulang. Penulisan ini melibatkan 120 sejarawan. Tentu saja akan ada temuan baru

Editor: Budi Rahmat
pexel/net
DITULIS ULANG - Sejarah Indonesia ditulis ulang. Aakan melibatkan 120 sejarawan. Apakah ada yang salah ? 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejarah Indonesia ditulis ulang. Artinya ini akan memperjelas dan mempertegas bagaimana awal mulai Indonesia hadir.

Penulisan dengan melihat lagi jauh ke belakang mulai dari zaman pra sejarah sampai periode kontemporer.

Tentu saja bisa jadi akan ada temuan-temuan baru yang nantinya akan dimuat dalam tulisan yang melibatkan 120 sejarawan.

Baca juga: Geger, Tersebar Video Durasi 9 Detik Pasangan Berhubungan Intim, Yang Wanita Disebut Profesinya Guru

Ini akan jadi menarik karena akan terbuka jelas bagaimana sebenarnya asal mulai Indonesia ini terbentuk dengan siklus perkembangan manusia dan kebudayaannya

Ya, Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) sedang mengagas program penulisan ulang sejarah Republik Indonesia (RI).

Proses penulisan tersebut turut melibatkan ratusan sejarawan, di antaranya Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Susanto Zuhdi yang menjadi Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI.

"Betul, ada 113 atau 117 ya, hampir 120 lah," kata Susanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/5/2025).

Menurut Susanto, program ini sudah dikerjakan sejak Januari 2025 lalu. Prosesnya tengah berjalan selama sekitar 5 bulan.

Ahli di bidang sejarah maritim dan sejarah nasional ini mengungkapkan dirinya turut didampingi dua sejarawan lain menjadi editor umum di program tersebut.

Dua sejarawan tersebut yakni Guru Besar dari Universitas Diponegoro (Undip) Singgih Tri Sulistiyono dan Guru Besar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jajat Burhanuddin.

Baca juga: Sudah Berada di Indonesia, Elkan Baggott Siap Gabung Timnas Indonesia Lawan China ?

"Waktu bulan Januari itu kita merumuskan kerangka acuan, ya kami bertiga, kami ini editor umum, jadi tidak hanya saya sendiri, jadi sebetulnya ada editor umum, Prof Singgih Tri Sulistiyono, dari Undip itu, kemudian Prof Jajat Burhanuddin itu dari UIN Ciputat," ungkapnya.

"Jadi itu kami merumuskan kerangka acuannya, garis besarnya, kemudian diberikan ke 20 editor jilid, karena ada 10 jilid yang akan ditulis, nah itu mereka lalu merumuskan lagi, terus ya on going process, sampai sekarang ya sudah 60-70 persen," sambung Susanto.

Bukan hanya sejarawan, namun proses penulisan ulang sejarah RI juga melibatkan para arkeolog di Indonesia.

Kemudian, ia mengungkap, banyak sejarawan muda yang dilibatkan dalam program ini.

"Bahkan itu tidak hanya sejarah ya, artinya arkeologi ya, karena kan periode-periode lama kan itu arkeolog yang berperan," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved