Berita Nasional
Libatkan 120 Sejarawan, Sejarah Indonesia Ditulis Ulang, Apakah Ada yang Salah ?
Ada apa dengan sejarah Indonesia yang akan ditulis ulang. Penulisan ini melibatkan 120 sejarawan. Tentu saja akan ada temuan baru
Susanto merincikan, dalam 10 jilid buku sejarah versi terbaru tersebut akan menjelaskan sejak periode prasejarah hingga era manusia kontemporer di Indonesia.
Asal-usul nenek moyang serta percampuran budaya dengan dunia luar juga akan turut dimuat.
"Jadi kita mencari asal-usul memberikan penggambaran ya identitas kita sebagai bangsa, sejak awal tadi itu sampai masa kontemporer, begitu," tuturnya.
Menurutnya, perjalanan jatuh bangun bangsa Indonesia juga akan dimuat dalam penulisan ulang sejarah RI ini.
"Ya kan pengalaman bangsa ini kan jatuh bangun ya kan, nggak ada yang bagus, yang buruk, ya sejarah itu kan cermin sebetulnya gitu, ya kita harus jujur dengan sejarah kita kalau kita mau maju, kita mau maju harus mempelajari sejarah kan, apapun sejarah yang pernah kita miliki gitu ya, ini kan bangsa yang cerdas, bangsa yang pandai mengambil pelajaran dari sejarah, bukan begitu," jelas Susanto.
"Ya nanti tunggu aja apa yang nggak akan kita tulis gitu," tegas Dosen di Fakultas Ilmu Budaya UI ini.
Baca juga: Remaja 15 Tahun Dililit Piton 7 Meter, Teriak-teriak Ketakutan sampai Warga Datang Membantu
Diketahui, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan penulisan ulang sejarah Indonesia akan menghasilkan narasi versi terbaru yang bakal dirilis 17 Agustus 2025 nanti.
Fadli menyebut pemerintah sedang menulis ulang sejarah nasional Indonesia dan sejarah periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Joko Widodo (Jokowi) akan dimasukkan ke versi terbaru nanti.
"Ya, semua yang perlu di-update, kita update. Misalnya, periode terakhir itu periode sebelum Pak SBY kalau enggak salah. Nanti tentu ditambahkan," ujar Fadli Zon di Istana, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Menurut Fadli Zon, sejarah Indonesia perlu ditulis ulang karena sejarah nasional terakhir kali ditulis pada era sebelum Presiden SBY.
Maka dari itu, Fadli Zon ingin menambahkan kepemimpinan periode-periode setelahnya, termasuk sampai era Jokowi.
Dia memaparkan, penulisan ulang sejarah ini dilakukan dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, sejarah Indonesia terakhir kali ditulis pada tahun 2012 silam, sehingga sudah perlu ditambah lagi.
"Kita akan update dan menambah beberapa jilid, tentu mendasarkan kepada buku-buku yang sudah ada," ucapnya.
| Kampusnya Tak Ditemukan di Google, Bahlil: Kampus Tak Menjamin Kualitas Mahasiswa |
|
|---|
| Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman, Bahlil Lahadalia: Minyak dari Rusia Sebentar Lagi Tiba |
|
|---|
| Prabowo, Kapolri, Panglima TNI, Menhan Hingga Kepala BIN Gelar Pertemuan di Bogor, Bahas Apa? |
|
|---|
| Prabowo Singgung MBG Saat Temui Buruh Pada May Day, Langsung Disindir Politisi PDIP |
|
|---|
| Kado di Hari Buruh, Prabowo Teken Aturan Potongan Ojol 8 Persen, Ini Respon Grab dan Gojek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Sejarah-Indonesia-ditulis-ulang.jpg)