Minggu, 10 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Asa Melestarikan Wastra Melayu dari Pulau Terluar Bengkalis

Berbagai literasi menyebut Tenun Lejo sudah ada sejak zaman Kerajaan Siak, berkisar tahun 1800-an

Tayang:
doc aisyah
TENUN: Aisyah, pemilik toko online Tenun Seroja Putih Bengkalis mengatakan penjualannya mengalami kenaikan saat bergabung menjadi mitra Shopee sejak tahun 2022. 

Namun, setahun terakhir Aisyah mengaku penjualannya di Shopee mengalami penurunan. Ia menduga karena kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah sehingga banyak pelanggan, terutama dari kalangan instansi atau pegawai negeri, menunda pembelian kain tenun karena prioritas belanja yang berubah.

Ditanyakan terkait fitur yang disediakan Shopee semacam iklan dan live streaming untuk meningkatkan penjualan, Aisyah mengaku belum memikirkannya dengan beragam pertimbangan.

“Untuk beriklan memang belum ada niat sih, mungkin nanti boleh dicoba. Nah kalau live streaming, saya punya pertimbangan rasanya kurang efektif karena produk yang kita jual ini harganya lumayan kan, jadi pelanggan butuh waktu untuk berpikir sebelum memutuskan membeli. Disamping itu, belum ada juga pekerja yang bisa live streaming ini,” urainya.

Oleh sebab itu, Aisyah begitu antusias jika Shopee mengadakan semacam pelatihan bagi para pelaku usaha khususnya di Bengkalis. “Kalau memang ada program begitu dari Shopee, pasti saya ikut nanti,” tuntasnya.

INFOGRAFIS Shopee sebagai katalisator perkembangan UMKM di Indonesia.
INFOGRAFIS Shopee sebagai katalisator perkembangan UMKM di Indonesia. (tribunpekanbaru.com/firmaulisihaloho)

Shopee sejatinya sadar pentingnya peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha. Oleh sebab itu sejumlah insiatif diinisiasi, salah satunya Kampus Shopee yang sudah berdiri di beberapa kota di Indonesia sejak tahun 2021. Seperti Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Samarinda, Bali, Medan dan Jakarta.

Untuk menjangkau pelaku usaha lebih luas lagi, Shopee kemudian mengenalkan program pelatihan terbaru bertajuk "Kelas Online" sebagai bagian dari Kampus UMKM Shopee pada tahun 2025 ini. 

“Program Kelas Online ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha di 514 kota dan kabupaten di Indonesia untuk memilih dan mengikuti pelatihan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka,” jelas Head of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang mengutip Antara, Jumat (14/2/2025).

Ia mengatakan program ini diharapakan membantu UMKM mengembangkan keterampilan digitalnya dengan lebih mudah; mulai dari mereka yang baru merintis usaha maupun yang ingin memperluas bisnisnya di ekosistem digital,.

Pelatihan ini, lanjut Balques, diadakan secara reguler dari Senin hingga Jumat, dengan berbagai materi yang diajarkan oleh trainer kompeten. Materi yang disajikan antara lain Affiliate Marketing Solutions (AMS) untuk mempelajari pemasaran produk melalui Shopee Live dan Shopee Video, Optimalisasi Performa Toko, Optimalisasi Bisnis melalui Kampanye, Optimalisasi Bisnis melalui Iklan Shopee dan Optimalisasi Eksposur Bisnis melalui Fitur Shopee.

“Pelaku UMKM dapat mendaftar dan mengikuti pelatihan secara gratis melalui situs resmi Kampus UMKM Shopee,” singkatnya.

Keterlibatan Shopee penting bagi masa depan tradisi menenun di Bengkalis. Sebab, berdasarkan penelusuran tribunpekanbaru.com, belum banyak toko tenun di Bengkalis yang fokus menjual produknya di Shopee.

Dengan kata kunci Tenun Bengkalis, pencarian yang direkomendasikan hanya produk Tenun Seroja Putih. Apalagi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Bengkalis merilis trend peningkatan jumlah usaha tenun di Bengkalis. Pada tahun 2018 ada 109 unit usaha tenun, pada tahun 2019 meningkat menjadi 110 usaha tenun.

Studi yang dilakukan Wening dan Kusumadewi pada tahun 2023 berjudul Tren Berkain Generasi Z: Peluang Pengembangan Industri Kreatif Bidang Busana menyimpulkan adanya peluang pengembangan industri kreatif busana melalui tren berkain bagi generasi Z.

Gen Z telah  mempopulerkan  kembali  kain-kain  tradisional dan  menginspirasi  inovasi  dalam  desain,  produksi,  dan  pemasaran  produk  busana.  Bagi industri kreatif  dalam bidang busana, tren berkain menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis, mempromosikan keberlanjutan, dan mendukung pelestarian budaya.

Peluang ekonomi lainnya dari pengembangan pasar wastra ini ialah arah gerak industri fesyen dunia yang berubah. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita menyatakan saat ini sedang trend slow fashion yang mengutamakan tanggung jawab ekologis dan sosial.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved