Berita Viral
HATI-HATI, Ada Malware yang Sengaja Disebar di Aplikasi Tiktok, Bisa Curi Data Sensitif Pengguna
Malware yang disebar nantinya akan mencuri data pribadi pengguna Tiktok. Tentu saja itu bisa membahayakan. Karena itu selalulah berhati-hati
Bisa mencuri informasi dan data penting di perangkat
Dirangkum KompasTekno dari Tech Radar, Jumat (30/5/2025), skrip yang diunduh ini nantinya akan menginstal dua jenis malware, yakni Vidar dan StealC, ke perangkat pengguna.
Keduanya merupakan jenis malware yang dirancang untuk mengumpulkan informasi sensitif dan mencuri data penting dari perangkat korban.
Jenis data yang diretas pun cukup beragam, mulai dari mengakses informasi login, password, data kartu kredit, cookie browser, hingga informasi crypto wallet pengguna.
Lebih parahnya lagi, malware ini juga bisa mengambil tangkapan layar (screenshot) perangkat pengguna dan mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA) yang biasanya menjadi lapisan keamanan terakhir dari perangkat pengguna.
Peneliti mengatakan, video-video yang disebar di aplikasi TikTok ini tampil dengan membawa kemiripan satu sama lain. Perbedaannya hanya terletak pada sudut pengambilan gambar (angle kamera) dan alamat URL tempat PowerShell akan diunduh.
Artinya, video tutorial ini sebagian besar menampilkan isi yang seragam, baik dari alur cerita, urutan instruksi, hingga suara narator. Menurut Trend Micro, tampilan inilah yang membuat para peneliti yakin bahwa video tersebut diproduksi dengan bantuan AI.
Baca juga: GEGER, Waria Ceramah Ala Ustadz tapi Pakai Jilbab dan Baju Panjang, Netizen Ingatkan Tobat
"Hal ini menunjukkan bahwa video tersebut kemungkinan besar dibuat melalui otomatisasi. Suara instruksional juga tampak dihasilkan oleh AI, memperkuat kemungkinan bahwa video ini diproduksi dengan AI," jelas peneliti Trend Micro.
Disebutkan Trend Micro, yang mengkhawatirkan dari serangan malware ini adalah penyebarannya yang dilakukan secara masif di aplikasi TikTok.
Pasalnya, aplikasi ini memiliki algoritma yang berpotensi membuat video bisa lebih cepat tersebar dan viral hanya dalam waktu singkat.
Jika penyebarannya berjalan dengan cepat, menurut Trend Micro, akan banyak pengguna TikTok yang terpapar isi video dan berpotensi menjadi korban karena "ketidaktahuan" mereka akan serangan malware di perangkat mereka nantinya.
Bahkan, salah satu video tutorial "palsu" tersebut dilaporkan telah ditonton sekitar 500.000 kali. Video ini juga kabarnya mendapat "like" lebih dari 20.000 kali serta komentar lebih dari 100 kali dari para pengguna TikTok.
Selain itu, karena jebakan ini disisipkan langsung dalam isi video, maka sebagian besar sistem keamanan yang ada di perangkat milik pengguna nyaris tidak bisa mendeteksi ancaman peretasan tersebut.
Berbeda dengan metode lama, di mana malware biasanya disebar melalui tautan atau link yang disematkan dalam kolom deskripsi atau komentar, sehingga masih bisa dideteksi oleh sistem keamanan perangkat.(*)
| Viral di Medsos, Ini Kronologi Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Diimingi Mobil Mewah |
|
|---|
| Nggak Nyangka, Isi HP Mahasiswa yang Ketahuan Rekam Dosen di Kamar Mandi Kampus |
|
|---|
| Pengakuan Vicky, Polisi yang Mundur dari Polri Usai Bongkar Kasus Korupsi, Dimutasi Mendadak |
|
|---|
| Terungkap Misteri Dua Mayat Ditemukan di Atap Masjid, Berawal Dari 6 Hari Hilang |
|
|---|
| Dapur SPPG Hendrik Irawan Resmi Dihentikan Usai Viral Joget-joget: Saya Bangun Pakai Modal Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/guru-di-Sorong-di-denda-100-juta-gara-gara-Titok.jpg)