Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral Riau

Heboh Kerbau Kurban Hamil di Kampar, Ini Respons Disbunnak Keswan

Warga Kampar dihebohkan dengan penemuan janin dalam rahim kerbau yang dijadikan hewan kurban. 

Penulis: Fernando | Editor: Theo Rizky
Istimewa/Medsos
KURBAN - Warga di Kabupaten Kampar dihebohkan dengan penemuan janin dalam rahim kerbau yang dijadikan hewan kurban.  

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar belum mengetahui temuan kerbau kurban berjanin. 

"Kami belum dapat info," kata Kepala Bidang Keswan pada Disbunnak Keswan Kampar, drh. Taufik Bahar kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (9/6/2025). 

Ia mengatakan, temuan tersebut mengungkap ternyata ada masyarakat yang hewan kurbannya betina.

"Ternyata ada masyarakat yang hewan kurbannya betina," katanya.

Pihaknya tidak mengetahui adanya hewan yang sedang bunting selama pelaksanaan kurban.

Sebab tidak ada pengumpul ternak atau panitia kurban meminta pengecekan khusus. 

Ia mengakui, kehamilan hewan tak terlihat dengan kasat mata.

Sehingga sulit diketahui jika kerbau betina sedang bunting atau tidak. 

Baca juga: POPULER RIAU: Sapi Kurban Hidup Lagi Usai Disembelih dan Daftar 6 Jemaah Haji Riau yang Wafat

Menurut dia, mengecek kehamilan harus dengan pemeriksaan khusus melalui palpasi per-rektal oleh ahli reproduksi. 

Dilihat di situs web Kementerian Pertanian, palpasi per-rektal merupakan salah satu teknik mendiagnosa kebuntingan ternak sapi/kerbau.

Teknik ini paling sederhana, dan praktis.

Selain prosedurnya mudah, juga mempunyai akurasi yang tinggi.

Palpasi per-rektal didasarkan pada kondisi uterus, ovarium dan pembuluh darah uterus sapi/kerbau.

Baca juga: Bupati Kasmarni Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto di Masjid Besar Arafah Duri

Pemeriksaan kebuntingan ini dilakukan dengan memasukkan tangan ke dalam rektum untuk meraba uterus dan ovarium. Kementerian Pertanian juga menggunakan metode ini.

Program pemeriksaan kebuntingan untuk meningkatkan produktivitas peternakan. Selain  mendeteksi kebuntingan, metode ini juga dapat menentukan umur kebuntingan, dan memprediksi posisi fetus. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved