Perambahan Hutan di TNTN
Kapolda Riau Janji Lindungi Domang dan Tari, Umumkan Jadi Bapang Angkat 2 Anak Gajah Penjaga TNTN
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sedih dengan kondisi kawasan hutan TNTN dan menyatakan siap melindungi hutan Riau dari perambahan
Penulis: Rizky Armanda | Editor: FebriHendra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kawasan kuliner di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Riau, pada Rabu (25/6/2025) malam, menjelma panggung seni, sekaligus kegiatan deklarasi.
Acara ini digagas oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Di kegiatan ini Jenderal bintang dua itu ingin menyampaikan rangkaian pesan khusus dari pedalaman rimba Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Di kesempatan ini, hadir dua nama yang kini bak dilanda kepiluan sekaligus menggantungkan harapan.
Mereka adalah ‘Domang’ dan ‘Tari’, sepasang anak gajah penjaga TNTN. Mereka, kini adalah ikon bisu dari sebuah perjuangan melawan keserakahan yang menggerus hutan sebagai rumah mereka.
Baca juga: Kapolda Riau Baca Puisi di Festival Budaya Melayu, Terselip Pesan Jaga Alam dan Lingkungan
Baca juga: Pria di Pelalawan Jual Lahan TNTN Berkedok Adat, Kapolda Riau: Saya Tidak Main-main, Tindak Tegas
Panggung seni malam itu tak hanya menjadi tontonan, melainkan ajakan untuk melihat kembali kondisi alam Riau yang kini porak poranda.
Dalam setiap tarikan garis mural, alunan musik, serta bisik puisi dan pantun, warga Kota Pekanbaru seakan diajak merenung tentang warisan yang perlahan luntur, dan tentang duka dua gajah penjaga hutan TNTN.
Namun, Irjen Herry meyakini dibalik bayang kepiluan tersebut, masih ada secercah harapan.
Di hadapan ratusan pasang mata yang memadati lokasi panggung seni, ia bahkan mendeklarasikan diri sebagai bapak angkat bagi dua gajah itu.
"Domang dan Tari bukan sekadar nama. Mereka adalah simbol. Mereka bicara dalam diam tentang hutan yang hilang, tentang sungai yang mengering, dan tentang adat yang nyaris terlupakan. Mereka adalah cermin dari jiwa Riau yang terluka,” ujar Irjen Herry.
Mengangkat tema ‘Polri untuk Masyarakat dan Alam Riau’, Irjen Herry bilang kegiatan ini bukan hanya seremoni menjelang Hari Bhayangkara ke-79. Melainkan panggilan jiwa.
“Saya telah bertemu langsung dengan Domang dan Tari. Melihat mata mereka, saya tahu, kita harus bertindak," ujar jebolan Akpol 1996 tersebut.
Irjen Herry menuturkan, deforestasi yang merobek hutan TNTN sebagai jantung Riau, telah menggerus harapan akan kelestarian alam untuk anak dan cucu kelak.
Maka dari itu, Irjen Herry mengajak seluruh pihak untuk bersinergi, merajut sebuah gerakan pelestarian alam demi kepentingan semua.
Dalam kegiatan ini, dilaksanakan pula penandatanganan simbolis pada spanduk besar bergambar Domang dan Tari. Bukan sekadar tanda tangan, melainkan ini merupakan ikrar bersama, untuk menjaga alam dan budaya.
"Rumah kita adalah rumah Domang dan Tari. Mari kita wariskan bumi ini dalam keadaan hidup, bukan hanya sebagai cerita masa lalu,” pungkas Kapolda Riau.(tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)
Banyak Warga Punya Kebun Sawit Dalam Kawasan TNTN, Dansatgas PKH: Bukan Tempatnya yang Benar |
![]() |
---|
Lahan yang Tak Terdata Satgas PKH Dianggap Milik Cukong dan Akan Diproses Pidana |
![]() |
---|
Kelola Lahan TNTN Sejak 2004, Warga Bagan Limau Kini Serahkan Ribuan Hektare ke Negara |
![]() |
---|
Reforestasi di TNTN, Dansatgas PKH Tanam Pohon di Lahan Bekas Sawit |
![]() |
---|
Pohon Sawit Ditumbangkan Pakai Alat Berat di Lahan 3 Ribu Hektare di TNTN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.