Kamis, 4 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Viral

Beginilah Detik-detik Ombak Setinggi 2,5 Meter Hantam Perahu yang Membawa Mahasiswa UGM

Tak ada yang menyangka, tiba-tiba ombak setinggi 2,5 meter hantam perahu yang ditumpangi mahasiswa UGM. Dua orang tewas

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
Pexel/net
PERAHU TERBALIK- Foto ilustrasi - Beginlah detik-detik perahu yang membawa mahasiswa UGM terbalik 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menyebutkan bahwa total terdapat tujuh mahasiswa dalam speedboat yang mengalami kecelakaan tersebut.

"Saudara Septian Eka Rahmadi meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan jenazah Bagus Adi Prayogo ditemukan malam harinya," ujar Arie.

Arie menambahkan bahwa mahasiswa lainnya masih menjalani perawatan medis, yakni Muhammad Arva Sagraha, Afifudin Baliya, dan Pratista Halimawan.

"Mohon doanya semoga adik-adik kita yang sedang dirawat ini bisa segera sehat, bisa segera sembuh," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, perahu yang membawa tujuh mahasiswa KKN-PPM UGM tenggelam di perairan Debut, Maluku Tenggara, Selasa (1/7/2025) sekitar pukul 15.28 WIT.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji, menjelaskan bahwa saat kejadian, para mahasiswa sedang bersama lima warga lokal dalam kegiatan pengambilan pasir di Pulau Wahru untuk program revitalisasi terumbu karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR).

"Mereka berangkat dengan dua speedboat pada pukul 11.00 WIT," ujarnya dalam keterangan tertulis dari Humas UGM.

Namun, dalam perjalanan pulang, salah satu speedboat terbalik karena gelombang pasang dan angin kencang.

"Lima mahasiswa selamat dan satu meninggal dunia. Kemudian satu mahasiswa masih dalam proses pencarian," jelas Rustamadji.

UGM, lanjutnya, saat ini terus melakukan koordinasi intensif dalam proses pertolongan dan pencarian korban yang belum ditemukan.

"Sejauh ini kita terus melakukan upaya koordinasi maksimal dalam proses pertolongan dan pencarian untuk korban yang belum ditemukan," tuturnya.

Selain itu, UGM juga telah berkoordinasi dengan pihak Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, serta jaringan Kagama Maluku untuk memastikan penanganan darurat.

"UGM tengah melakukan koordinasi intensif antara DPL, Kagama dan mitra lokal, memberikan dukungan psikologis dan logistik bagi tim mahasiswa, serta memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal dengan pendampingan universitas," pungkas Rustamadji.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved