Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Polemik Bonus PON 2024, Pelatih Riau: Kami Minta Sesuai Pergub, Bukan Lebih

Para pelatih berprestasi di Riau menegaskan pihaknya bukan meminta besaran bonus yang dibayar lebih dari ketentuan. 

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Sesri
Dok Koni Riau
KONI RIAU - Jajaran pelatih Riau, atlet bersama KONI Riau saat audiensi dengan Gubri Abdul Wahid pada Selasa sore (17/6/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polemik bonus PON 2024 yang tak kunjung cair di Riau hingga saat ini masih menjadi sorotan.

Para pelatih berprestasi di Riau menegaskan pihaknya bukan meminta besaran bonus yang dibayar lebih dari ketentuan. 

Justru para pelatih meminta besaran bonus dibayar sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang berlaku.

"Kami bukan meminta bonus lebih dari ketentuan ya. Soalnya ada narasi seperti itu yang disampaikan pak gubernur," kata pelatih senam Riau, Ahmad Marcos pada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/7/2025).

Ia bersama rekan-rekan pelatih lainnya sedari awal memperjuangkan besaran bonus agar sesuai dengan Pergub. Tidak lebih dari Pergub.

Marcos mengungkap bila pihaknya mau menerima bonus, maka besaran bonus yang diterima jauh dibawa Pergub. Persentase yang diterima yakni 45 persen dari Pergub.

Bahkan bila dibandingkan dengan besaran bonus yang diterima saat PON 2021 Papua, maka bonus saat ini turun sekitar 50 persen.

"Ini yang kita tidak mau. Maaf ya, kita sudah berjuang habis-habisan di PON. Latihan pagi-sore hari. Kita bertaruh nyawa dan cedera saat latihan dan pertandingan," kata Marcos.

Baca juga: KONI Riau: Kami, Atlet dan Pelatih Minta Bonus PON 2024 Bisa Dibayar Bertahap

"Tolong hargai perjuangan para atlet dan pelatih yang mengharumkan nama Riau di level nasional," tambahnya.

Dalam Pergub yang berlaku, besaran bonus bagi atlet berprestasi di level PON yakni maksimal Rp 300 untuk satu keping emas.

Pada PON 2021 Papua, atlet Riau menerima Rp 250 juta untuk satu keping emas.

Nah, bila bonus PON 2034 diterima para atlet dan pelatih sesuai anggaran yang ada saat ini, maka atlet berprestasi meraih Rp 129 juta untuk satu keping emas. Penurunan jauh dibanding realisasi bonus PON 2021 dan juga yang diatur Pergub yang berlaku.

Marcos makin miris bila besaran bonus PON 2024 dibagikan, maka Riau lah yang paling kecil bonusnya se Nasional. Sebab propinsi lain lebih tinggi lagi.

"Kalau ini dibagikan, kita paling kecil," katanya.

Pelatih tinju Riau, Darman Hutauruk juga mengatakan hal yang sama. Mereka memperjuangkan bonus sesuai dengan aturan yang ada. Bukan minta lebih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved