Berita Nasional
PPATK Buka Kembali 28 Juta Rekening yang Diblokir, Tapi Nasabah Harus Lakukan Hal Ini
PPATK sempat memblokir sementara jutaan rekening milik masyarakat yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi selama tiga bulan terakhir.
TRIBUNPEKANBARU.COM - PPATK sempat memblokir sementara jutaan rekening milik masyarakat yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi selama tiga bulan terakhir.
Kebijakan itu diterapkan sejak Senin (28/7/2025).
Menurut PPATK, keputusan ini disebut sebagai bagian dari upaya pencegahan tindakan pencucian uang.
Namun, langkah ini justru memicu polemik di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mengakses uang mereka karena rekening yang diblokir ternyata masih digunakan untuk kebutuhan mendesak.
Baca juga: Sudah 31 Juta Rekening Diblokir, PPATK: Jika Anda Terima Notifikasi, Segera Hubungi Bank
Hari ini, PPATK menyebutkan bahwa mereka telah membuka kembali puluhan juta rekening 'nganggur' atau dormant yang sebelumnya diblokir.
Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah menjelaskan bahwa pemblokiran rekening tersebut memang bersifat sementara.
Ia memastikan bahwa rekening-rekening yang diblokir tersebut bisa dibuka kembali apabila tidak terindikasi tindak pidana.
"Kami lakukan secepatnya dan sudah hampir separuh dari puluhan juta rekening yang dihentikan sementara itu sudah terbuka kembali walau memang ini terus berproses," ujar Natsir, dikutip dari Kompas.com, Kamis (31/7/2025).
Ia mengatakan, untuk tahap selanjutnya pihak PPATK akan meminta perbankan untuk segera memproses pembukaan blokir tersebut.
Sementara itu, Kepala PPATK menyebutkan, ada sebanyak 28 juta rekening yang telah dibuka kembali oleh pihaknya.
"Kami sudah membuka kembali 28 juta lebih rekening yang kami hentikan transaksinya sementara," kata Ivan.
Ia menyebutkan, proses ini telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Lantas, apakah pembukaan nomor rekening dormant yang diblokir PPATK harus dengan pengajuan nasabah?
Proses buka rekening dormant yang diblokir PPATK
| Di Hadapan Presiden, Listyo Sigit Ngaku Polri Sudah Punya 1.376 SPPG, Target 1.500 di 2026 |
|
|---|
| Prabowo Subianto Minta PT Pindad Desain Mobil Khusus Presiden: Yang Serba Kaca |
|
|---|
| Prabowo Sebut Orang Desa Gak Pakai Dolar, Ekonom: Cara Komunikasi Seperti itu Sangat Berbahaya |
|
|---|
| Gugatan UU IKN Ditolak MK, Golkar: Sejak Awal Kita Minta Bangun IKN Sesuai Kemampuan |
|
|---|
| Dinilai Janggal, Josepha Disarankan Tak Ambil Beasiswa ke China yang Ditawarkan MPR RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ILUSTRASI-REKENING-DIBLOKIR.jpg)