Memanas, Trump Kirim 2 Kapal Selam Nuklir ke Dekat Rusia, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pengiriman dua kapal selam nuklir ke dekat wilayah Rusia.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pengiriman dua kapal selam nuklir ke dekat wilayah Rusia.
Perintah ini sebagai respons atas cuitan dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.
Saat ini, Medvedev menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia.
Langkah ini diambil setelah Medvedev mengunggah cuitan di platform X @MedvedevRussiaE yang menyindir kebijakan luar negeri AS.
Terutama terkait dukungan AS terhadap Israel dan Ukraina.
Ia juga menyindir Trump dan pendahulunya, Joe Biden.
"Trump sedang memainkan permainan ultimatum dengan Rusia: 50 hari atau 10 hari… Dia harus ingat dua hal:
- Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran.
- Setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negaranya sendiri. Jangan terjebak di jalan Sleepy Joe!"
Cuitan pada 28 Juli 2025 tersebut memicu kemarahan Trump, yang menganggapnya sebagai provokasi serius terhadap AS.
Trump lalu memperingatkan bahwa Medvedev bertindak seolah-olah masih menjadi presiden Rusia.
"... Rusia dan AS hampir tidak berbisnis bersama. Mari kita pertahankan seperti itu, dan beri tahu Medvedev, mantan Presiden Rusia yang gagal, yang merasa dirinya masih Presiden, untuk berhati-hati dalam berbicara. Dia memasuki wilayah yang sangat berbahaya!" tulis Trump di akun Truth Social @realDonaldTrump pada Kamis (31/7/2025).
Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Medvedev menanggapi secara sinis melalui Telegram.
Beberapa jam kemudian, Medvedev menanggapi dengan sinis, mengklaim bahwa komentar marah Trump menegaskan bahwa Rusia benar dan berada di jalur yang benar.
Dmitry Medvedev meminta Trump untuk mengingat Rusia memiliki kemampuan nuklir era Soviet, yang dianggapnya sebagai pilihan terakhir.
Sehari kemudian, Trump mengumumkan bahwa AS telah mengirim kapal selam nuklirnya ke dekat perairan Rusia karena menganggap pernyataan Medvedev sangat provokatif.
"Berdasarkan pernyataan yang sangat provokatif dari Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, saya telah memerintahkan penempatan dua Kapal Selam Nuklir di wilayah yang tepat, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar itu," cuit Trump di Truth Social pada Jumat (1/8/2025).
| Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman, Bahlil Lahadalia: Minyak dari Rusia Sebentar Lagi Tiba |
|
|---|
| Desain Paspor Amerika Serikat Akan Bergambar Donald Trump Tuai Kritik Publik |
|
|---|
| Trump Mencla Mencle, Perundingan Damai Belum Mulai, Kini Ancam Serang Iran |
|
|---|
| Iran dan Amerika Sepakat Gencatan Senjata, Ternyata Ada Peran China |
|
|---|
| Cerita Cheryl Amanda, Siswa MAN 2 Pekanbaru Lolos Kampus Luar Negeri, Pernah Setahun di Amerika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mantan-presiden-Rusia-Dmitry-Medvedev.jpg)