Senin, 11 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

KrediOne Ajak Masyarakat Bijak Meminjam dan Hindari Pinjol Ilegal

KrediOne berkomitmen menjembatani pemberi dana dan penerima dana secara transparan, adil, dan tentu saja legal.

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Alex
Wawancara Host Tribun Pekanbaru, Shela dengan Defrian Afdi, Direktur IT dan Operasional KrediOne. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Fenomena pinjaman online dalam beberapa tahun terakhir semakin marak di tengah masyarakat. Sayangnya, tidak sedikit yang terjebak pada pinjol ilegal yang menjerat dengan bunga tinggi, cara penagihan tidak manusiawi, bahkan ancaman penyebaran data pribadi. Kondisi inilah yang membuat masyarakat harus lebih cerdas dan berhati-hati dalam memilih layanan keuangan digital.

Di sisi lain, hadirnya perusahaan fintech lending yang resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan alternatif aman bagi masyarakat untuk mengakses pinjaman. Salah satunya adalah KrediOne, yang berkomitmen menjembatani pemberi dana dan penerima dana secara transparan, adil, dan tentu saja legal.


Melalui edukasi literasi keuangan, KrediOne juga aktif mengajak masyarakat untuk terhindar dari jebakan pinjol ilegal, sekaligus memberikan dukungan pada berbagai kegiatan budaya di daerah, termasuk pacu jalur di Kuantan Singingi. Untuk membahas lebih dalam mengenai hal ini, berikut wawancara Host Tribun Pekanbaru, Shela dengan Defrian Afdi, Direktur IT dan Operasional KrediOne.

Host: Pertama-tama, boleh dijelaskan secara singkat apa itu KrediOne?

Defrian Afdi: Terima kasih. KrediOne adalah perusahaan fintech lending atau P2P lending yang sudah resmi berizin dan diawasi oleh OJK. Kami berperan sebagai marketplace yang mempertemukan pemberi dana dengan penerima dana, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses pinjaman dengan cara yang aman dan legal.

Host: Jadi masyarakat umum bisa langsung mengakses layanan KrediOne

Bagaimana syarat dan caranya?

Defrian Afdi: Syaratnya sangat sederhana, cukup dengan KTP. Masyarakat bisa langsung mengunduh aplikasi KrediOne di Play Store, lalu melakukan pendaftaran dengan mengisi data pribadi. Setelah itu, sistem kami akan melakukan pengecekan dan memberikan kredit limit. Prosesnya sangat cepat, bahkan di bawah 5 menit.

Host: Wah cepat sekali, hanya 5 menit sudah bisa mendapat kredit limit. Apa rahasia di balik kecepatan proses ini?

Defrian Afdi: Kami menggunakan teknologi asesmen berbasis data. Sistem secara otomatis menilai profil calon peminjam, mulai dari riwayat hingga kemampuan membayar. Jadi meskipun cepat, kami tetap melakukan asesmen yang sesuai aturan OJK.

Host: Kalau dibandingkan dengan bank konvensional, apa perbedaan besar proses pinjaman di KrediOne?

Defrian Afdi: Di bank konvensional, biasanya calon peminjam harus melalui serangkaian proses panjang, wawancara, pengecekan dokumen, hingga persetujuan komite kredit. Itu bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu. Sedangkan di KrediOne, semua proses dilakukan secara digital dengan teknologi big data. Jadi asesmen bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit.

Host: Tapi masyarakat sering khawatir soal keamanan data. Bagaimana KrediOne mengelola itu?

Defrian Afdi: Bedanya dengan pinjol ilegal, kami hanya bisa mengakses data yang memang diizinkan sesuai aturan OJK. Kami tidak boleh mengakses seluruh isi handphone peminjam. Pinjol ilegal sering menyalahgunakan data untuk ancaman. Sedangkan kami, sebagai fintech resmi, tidak diperbolehkan melakukan itu. Kalau ada pelanggaran, sanksinya berat.

Host: Apakah KrediOne juga terhubung dengan asosiasi resmi fintech?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved