Pacu Jalur Kuansing 2025

Timbunan Sampah Selama Festival Pacu Jalur 2025 Capai 2 Ribu Ton

DLH Kuansing mencatat volume sampah selama pacu Jalur Kuansing tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

|
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Theo Rizky
Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo
SAMPAH - Anak-anak sekolah ikut gotong royong bersihkan Kota Teluk Kuantan dari sampah usai Festival Pacu Jalur berakhir, Senin (25/8/2025). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING Festival Pacu Jalur 2025 yang berlangsung meriah di Tepian Narosa, Kuansing, meninggalkan timbunan sampah yang mencapai 2.000 ton selama lima hari pelaksanaan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing mencatat volume sampah tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Untuk mengatasi hal tersebut, DLH merekrut 130 petugas kebersihan tambahan dan mengerahkan seluruh armada pengangkut sampah.

“Seluruh armada kita kerahkan, dan ratusan petugas bekerja dari pagi hingga malam untuk memastikan kota tetap bersih pasca acara,” ujar Kepala DLH Kuansing, Deflides, Senin (25/8/2025).

Tumpukan sampah banyak ditemukan di sekitar kawasan Tepian Narosa, Lapangan Limuno, serta ruas-ruas jalan utama seperti Jenderal Sudirman, Diponegoro, dan Imam Bonjol.

DLH juga mengimbau masyarakat dan pengunjung festival untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, agar citra Kuansing sebagai tuan rumah festival internasional tetap terjaga.

"Kami telah menyebarkan 200 unit tempat sampah di kawasan Tepian Narosa selama Festival Pacu Jalur," ujarnya.

Namun lonjakan pengunjung yang terjadi pada hari terakhir festival membuat timbulan sampah tak terkendali. 

Timbulan sampah paling parah ditemukan di sekitar lapak-lapak pedagang.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup terlihat bekerja ekstra, menyapu dan mengangkut sampah ke atas mobil pengangkut sejak pagi buta.

Sekitar pukul 07.30 WIB, anak-anak sekolah mulai dari SMP hingga SMA pun terlihat ikut mengumpulkan sampah di jalanan.

ASN dari berbagai OPD pun turut terlibat dalam pembersihan sampah di sejumlah titik.

Hal itu sesuai Instruksi dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby.

Bahkan Bupati Kuansing ikut serta membersihkan sampah dengan sapu.

Meski demikian, volume sampah yang sangat besar membuat proses pembersihan memakan waktu lebih lama.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved