Pacu Jalur Kuansing 2025
Timbunan Sampah Selama Festival Pacu Jalur 2025 Capai 2 Ribu Ton
DLH Kuansing mencatat volume sampah selama pacu Jalur Kuansing tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Theo Rizky
Baca juga: Jalur Atlet dan Mantan Atlet Dayung Riau Tidak Berkutik di Pacu Jalur Kuansing 2025
Baca juga: Tamu Luar Puji Keramahan Warga di Pacu Jalur, DPRD: Bukti Riau Siap Gelar Event Internasional
Pedagang Masih Berjualan
Sementara itu, para pedagang kaki lima masih nekat berjualan di sejumlah ruas jalan di Telukkuantan hingga Senin (25/8/2025) siang.
Keberadaan pedagang itu terlihat di ruas Jalan Limuno Timur dan Jalan Merdeka.
Padahal batas waktu mereka telah berakhir seiring berakhirnya Festival Pacu Jalur.
"Mereka seharusnya sudah membongkar lapak mereka pada Minggu (24/8/2025) malam atau pukul 00.00 WIB, ruas jalan sudah harus steril," ujar Kabid Perdagangan Diskopdagrin Kuansing Yean Asnudi.

Menurut Yean Asnudi, mereka telah menyebarkan Surat Pemberitahuan bernomor 510/Diskopdagrin-Dag/2025/463 yang menyatakan pedagang harus membongkar lapak dagangannya dan dilarang berjualan di hari berikutnya.
Surat Pemberitahuan tersebut ditertibkan pada Jumat (22/8/2025) kemarin dan telah disampaikan ke para pedagang.
"Ternyata masih ada yang masih berjualan," ujarnya.
Sementara itu seorang pedagang sendal di Jalan Merdeka, Maswir mengaku telah menerima surat pemberitahuan tersebut.
Ia mengaku masih nekat berjualan karena masih ada pembeli yang datang.
"Lagipula pada Festival Pacu Jalur kemarin sangat sepi. Tidak ramai pe beli, sementara kami telah bayar lapak Rp 200.000 per meter per segi," ujar pedagang asal Damasraya yang mengaku telah menyewa lapak seluas 2 meter per segi itu.
Menurut Maswir, keuntungan jualan beli selama Festival Pacu Jalur hanya cukup untuk makan sehari-hari selama ia berjualan di Kuansing.
Sementara keluarganya telah berharap ia pulang kampung membawa banyak untung.
"Setiap tahunnya jualan beli menurun, jualan beli tidak lagi seramai dulu," ujarnya.
Maswir mengungkapkan, dua tahun lalu ia pernah membawa keuntungan hingga Rp 5 juta selama Festival Pacu Jalur.
Namun pada 2024, ia membawa keuntungan sekitar Rp 3 jutaan.
"Sekarang baru terkumpul Rp 1 jutaan, selama 5 hari berjualan," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)
Festival Pacu Jalur Kuansing 2025 Berakhir, PETI Kembali Obok-obok Kejernihan Sungai Kuantan |
![]() |
---|
Turunkan 330 Petugas, Aksi Bersih-Bersih Kota Pasca Festival Pacu Jalur Kuansing Berlangsung 4 Hari |
![]() |
---|
Bupati dan Kapolres Kuansing Kembali Ikut Bersihkan Timbunan Sampah Festival Pacu Jalur |
![]() |
---|
Jalur Atlet dan Mantan Atlet Dayung Riau Tidak Berkutik di Pacu Jalur Kuansing 2025 |
![]() |
---|
Tamu Luar Puji Keramahan Warga di Pacu Jalur, DPRD: Bukti Riau Siap Gelar Event Internasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.