Berita Viral
Mahasiswa Dianiaya, Made Ditemukan Tertelungkup Hanya Kenakan Pakaian Dalam di Pantai Nipah
Seorang pria yang membawa sebilah bambu awalnya menginterogasi. kemudian terjadi penganiayaan. Naas, Made ditemukan tewas
TRIBUNPEKANBARU.COM - Geger, diduga jadi korban kekerasan, pasangan mahasiswai di Lombok ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.
Korban masing-masing bernama Made Vaniradya Puspa Nitra (19) dan pacarnya yang bernama Radit Ardiansyah (19) .
Kedua korban ditemuakn di lokasi yang terpisah. Korban Made Vaniradya Puspa Nitraditemukan telah meninggal dunia dnegan kondisi hanya mengenakan pakain dalam saja.
Baca juga: Open Rekrutmen PT KAI 2025, Inilah Lokasi Seleksi di Seluruh Indonesia untuk Tamatan SMA sampai S1
Sedangkan pacarnya Radit Ardiansyah ditemukan tidak jauh dari lokasi dnegan kondisi babak belur dan kriti dengan sejumlah luka.
Temuan pasangan mahasiswa ini terang saja bikin geger warga sekitar. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkaran menduga keduanya telah menjadi korban kekerasan.
Dilakukan Orang Tak Dikenal
Seorang mahasiswi tewas sedangkan pacarnya pingsan setelah diserang orang tak kenal (OTK) saat sedang asyik menikmati suasana pantai.
Peristiwa memilukan terjadi di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Korban meninggal dunia seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Made Vaniradya Puspa Nitra (19). Sedangkan pacarnya bernama Radit Ardiansyah (19).
Made Vaniradya ditemukan meninggal dunia pada Rabu (27/8/2025) pagi hari, sedangkan pacarnya pingsan.
Dilansir TribunLombok.com awal mula kejadian itu pada Selasa (26/8/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA, Made Vaniradya bersama kekasihnya, Radit Ardiansyah (19) mahasiswa asal Sumbawa berangkat dari kampus Universitas Mataram menuju Pantai Nipah.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda PCX hitam dengan nomor polisi EA 5502 AI untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
Namun, hingga tengah malam, keluarga mulai khawatir karena Made tak kunjung pulang. Orang tua korban berusaha menghubungi teman-temannya dan melakukan pelacakan lokasi terakhir melalui ponsel.
Upaya pencarian keluarga membuahkan hasil pada Rabu (27/8/2025 ) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Radit ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan mengalami luka serius di wajah dan sekujur tubuh.
Ia langsung dilarikan ke Puskesmas Nipah untuk mendapatkan pertolongan medis. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 06.30 WITA, Made ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tergeletak di lokasi yang sama.
Dia hanya mengenakan pakaian dalam dan ditemukan dalam posisi telungkup.
Baca juga: Tak Puas Hanya Nonton Video, Pegawai Honorer DPRD Ini Turun ke Jalan dan Berbuat Tak Senonoh
Sepmor Korban Ditemukan
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahaean menyampaikan, dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan.
Polisi telah mengamankan barang bukti termasuk sepeda motor korban, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Unit Identifikasi.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Korban RA telah dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lanjutan, sementara jenazah MVPN akan dilakukan otopsi," ujar AKP Punguan dalam keterangan tertulis.
Dalam keterangannya, Radit mengaku tidak mengenal pelaku, namun masih mengingat ciri-ciri fisiknya.
Ia menceritakan bahwa saat mereka duduk berdua menikmati suasana pantai, tiba-tiba seorang pria muncul dari arah belakang membawa sebilah bambu.
Pelaku sempat bertanya tujuan mereka berada di lokasi tersebut dan menggeledah tas mereka.
"Saya jawab, kami tidak ngapa-ngapain di sini, periksa saja tas kami pak, jajan doang isinya," kata Radit
Meskipun Radit sudah menjelaskan bahwa mereka hanya jajan dan akan segera pulang, pelaku menahan mereka dan menyerang secara brutal.
Radit pun mengaku sempat pingsan dan baru sadar saat ada warga yang datang menolong.
"Tapi ditahan sama dia, terus saya pingsan bangun pas ibu itu datang," kata Radit.
Kasus ini jadi perhatian serius publik mengingat keduanya dalam kondisi yang mencemaskan. Terlebih korban perempuan yang diduga kuat ada kekerasan fisik yang tak lazim.
Dipukul Bambu
Seorang mahasiswa asal Sumbawa, Radit Ardiansyah (19) bersama sang kekasih Made Vaniradya Puspa Nitra (19), diduga menjadi korban kekerasan di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara, pada Selasa (26/8/2025).
Insiden tragis tersebut merenggut nyawa Made Vaniradya Puspa Nitra (19), sementara Radit ditemukan dengan kondisi masih hidup namun dengan kondisi penuh luka di sekujur tubuhnya.
Radit memberikan kesaksian bahwa dirinya diserang oleh seorang pria tak dikenal saat sedang menikmati matahari terbenam bersama Puspita di pinggir pantai.
Ia mengaku tidak mengenali pelaku, namun masih mengingat jelas wajahnya.
"Cowok, tidak kenal sama sekali, satu orang yang melakukan, saya gak ingat bajunya karena waktu itu sudah mulai gelap" ungkap Radit.
Ia juga menyebut ciri-ciri usia pelaku sekitar 20 hingga 30 tahun dengan tubuh kurus.
Kejadian bermula ketika keduanya tengah duduk santai menikmati suasana senja. Tiba-tiba, seorang pria muncul dari arah belakang sambil membawa sebilah bambu.
Sebelum terjadi penyerangan, pelaku sempat menginterogasi Radit dan Puspita soal keberadaan mereka di lokasi.
"Saya jawab, kami tidak ngapa-ngapain di sini, periksa saja tas kami, Pak, jajan doang isinya," kenang Radit.
Menurut pengakuannya, suasana saat itu sudah gelap. Pelaku menanyakan mengapa mereka belum pulang, dan Radit sempat menjawab bahwa mereka memang sedang bersiap untuk kembali. Namun, pelaku justru menahan mereka, lalu menyerangnya secara brutal.
"Tapi ditahan sama dia, terus saya pingsan, bangun pas ibu itu datang," kata Radit, yang ditemukan dalam kondisi penuh luka di wajah dan tubuh.
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Punguan Hutahaean, membenarkan kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa kedua korban berangkat dari Kota Mataram sekitar pukul 16.30 WITA menggunakan sepeda motor.
Hingga tengah malam, Puspita belum juga pulang ke rumah, sehingga keluarganya berinisiatif menghubungi teman-temannya untuk mencari informasi keberadaannya.
"Keluarga korban MVPN (Puspita) mengetahui posisi korban berada di sekitar Pantai Nipah. Pihak keluarga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian," jelas Punguan dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8).
Radit ditemukan sekitar pukul 01.30 WITA oleh keluarga Puspita dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Puskesmas Nipah. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 06.30 WITA, Puspita ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telungkup tak jauh dari lokasi penyerangan.
"Kami masih menyelidiki kasus ini, sudah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti," tambah Punguan.(*)
Sumber : Tribun Lombok
Pasca Pulih dari Koma, Penyanyi Lawas Indonesia Ini Ditemukan Kaku dalam Rumah, Sahabat ungkap Fakta |
![]() |
---|
Geger, Salsa yang Ajak Debat Ahmad Sahroni Mengaku dapat Intimidasi, Ia Khawatirkan Keluarganya |
![]() |
---|
Mengulik Opini Viral dari Wamen Stella: Uang Bikin Bahagia Bila Dibelanjakan untuk Orang Lain |
![]() |
---|
Geger, Oknum Jaksa Kasus Uang Palsu UIN Makassar Diduga Minta Uang 5 Miliar untuk Ringankan Tuntutan |
![]() |
---|
SOSOK Anggota DPRD Bebizie Disorot Usai Pamer Liburan ke Eropa: Eks Penyanyi Dangdut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.