Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru

Emak-emak Makin Menjerit, DPRD Pekanbaru Minta Sidak MinyaKita yang Digelar Pemko tak Seremonial

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri meminta, Pemko menyegerakan pengecekan ke distributor Minyakita

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Muhammad Ridho
Tribunpekanbaru.com/Syafrudin Mirohi
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kelangkaan minyak goreng subsidi MinyaKita di seluruh pasar tradisional, makin parah.

Terbukti, hingga Kamis pagi (15/4/2026), MinyaKita kosong di pasaran.

Vani, emak-emak yang tinggal di Jalan Serasi Kelurahan Tobek Godang Pekanbaru, menyampaikan kesulitan mendapatkan MinyaKita ini kepada Tribunpekanbaru.com.

"Tadi pasar kaget Jalan Serasi MinyaKita tak ada yang jual. Begitu juga di warung-warung dekat sini. Terpaksa beli minyak goreng lain, meski harga mahal," akunya.

"Persoalannya sekarang MinyaKita itu langka, kalau ada kami beli juga walau harga Rp 17 ribu (HET Rp 15.700)," katanya menjawab Tribunpekanbaru.com lirih.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan pihaknya, akan mengecek seluruh gudang dan distrubutor MinyaKita dalam waktu dekat.

Pemko menginginkan, setelah dilakukan pengecekan, keberadaan MinyaKita kembali normal, termasuk harganya juga sesuai HET.

Merespon hal ini, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri meminta, Pemko menyegerakan pengecekan ke distributor tersebut.

"Kamin harapkan Sidak atau pengecekan itu jangan hanya seremonial. Pastikan semuanya tersedia, termasuk distribusinya. Kalau ada kendala, sampaikan ke masyarakat," pesannya.

Baca juga: Sejumlah Pedagang Kehabisan Pasokan Minyakita, Wako Pekanbaru Sebut Akan Ditelusuri Satgas

Lebih dari itu, Syamsul Bahri juga berharap, agar Pemko melibatkan aparat penegak hukum, untuk menindaklanjuti jika ada permainan di pasaran.

Pelaku yang benar-benar ketahuan bermain atau menimbun, langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Sebab, kondisi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, sudah sangat bergantung pada MinyaKita.

"Tentunya kita harapkan, dalam waktu dekat bisa tersedia lagi MinyaKita kita di pasaran. Kasihan masyarakat, sementara pemerintah sibuk dengan alasan dan teori saja," sebutnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved