DPRD Pekanbaru Dukung Langkah Pemko Lakukan Pendataan Anak Putus Sekolah
Langkah Pemko Pekanbaru ini, diapresiasi Komisi III DPRD Pekanbaru, yang membidangi pendidikan.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Sesri
Disdik sendiri sudah bekerja sama dengan kader posyandu, untuk pendataan anak putus sekolah tahun 2025 silam. Jumlah anak putus sekolah yang terdata tahun 2025 mencapai 1.778 orang.
"Dari jumlah yang terdata, ada yang sudah kami masukkan ke sekolah formal. Ada juga yang masuk sekolah informal," jelasnya.
Dirinya menyampaikan bahwa program ini juga memfasilitasi peserta didik untuk masuk sekolah non formal. Sekolah ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang hendak mengambil Paket A maupun Paket B.
Mereka nantinya bisa mengikuti ujian Paket A untuk memperoleh ijazah SD. Sedangkan untuk ujian Paket B untuk memperoleh ijazah SD.
Ada juga lembaga khusus dan pelatihan, untuk membantu meningkatkan kompetensi akademik. Sekolah ini sekaligus untuk meningkatkan life skill.
"Sekolah non formal ini memungkinkan mereka yang putus sekolah masuk Sanggar Kegiatan Belajar atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat," jelasnya.(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).
| Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Dewan Wanti-wanti akan Banyak Pengendara Turun Kelas ke Jenis Subsidi |
|
|---|
| Bisa Lapor ke Kantor Disdik Pekanbaru, Pendataan Terhadap Anak Putus Sekolah Masih Berjalan |
|
|---|
| Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Naik Dampak BBM Langka, DPRD Pekanbaru Minta Pemerintah Cari Solusi |
|
|---|
| Akses dan Kualitas Timpang, Pendidikan Riau Butuh Terobosan |
|
|---|
| Disdik Bengkalis Sebut Pengurangan Angka Putus Sekolah Terbantu Progam Ujian Paket |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/guru-mengajar-di-sekolah-SDN-13-Pekanbaru.jpg)