Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pelantikan Bupati Siak

Afni, Dari Pinggir Sungai Siak Menuju Kursi Bupati

Afni tumbuh dari keluarga sangat sederhana di tepian sungai Siak ini. Ia masih ingat masa-masa sulit saat sekolah dulu. 

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
FOTO/Instagram
Dr. Afni Z Bupati Siak terpilih 

TRIBUNPEKANBARU, SIAK - Hidup dalam kesederhanaan sejak kecil membentuk kepribadian Afni Z sebagai pemimpin yang membumi.

Besok, Rabu (4/6/2025) ia memikul amanah sebagai Bupati Siak, tanpa meninggalkan prinsip hidup yang ia pegang sejak awal.

Dari rumah kayu di tepian sungai Siak, Dr. Afni Z meniti jalan hidup yang berliku. Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa suatu hari ia akan dilantik menjadi Bupati Siak. Namun, detik-detik hari itu tiba, Afni memilih menyambutnya dalam keheningan dan syukur.

“Saya tidak ingin pelantikan ini dirayakan secara berlebihan. Saya tetap ingin menjaga hati, agar tidak silau oleh jabatan,” ujar Afni kala berbincang dengan Tribun di rumah masa kecilnya, di tepian sungai Siak, kelurahan Kampung Rempak, kecamatan Siak, Selasa (3/6/2025).

Afni tumbuh dari keluarga sangat sederhana di tepian sungai Siak ini. Ia masih ingat masa-masa sulit saat sekolah dulu. 

“Pernah tidak ada uang untuk berangkat sekolah. Pernah juga tidak ada makanan di rumah. Tapi dari situlah saya belajar banyak hal tentang menghargai, memahami, dan mensyukuri kehidupan,” ujarnya.

Perjalanan hidup Afni tidak serta-merta melesat. Ia mengawalinya sebagai jurnalis lokal hingga nasional, kemudian menempuh pendidikan hingga ke jenjang doktor, sembari bekerja sebagai dosen.

Baca juga: Gladi Resik Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Siak Digelar Sore Ini di Gedung Panglima

Baca juga: Sosok Afni, dari Keluarga Sederhana hingga Jabat Bupati Siak, Junjung Tinggi Prinsip dan Integritas

 

Di samping itu juga menjadi staf ahli menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Di sela waktu, ia aktif dalam kegiatan sosial, terutama terkait lingkungan.

Kini, detik-detik dilantik menjadi bupati, ia tetap berusaha menjaga gaya hidup sederhana.

 “Saya ingin tetap menjadi diri saya sendiri. Tidak ingin hidup berlebihan. Saya justru ingin terus mendengar, membuka ruang untuk warga, dan menjaga transparansi,” katanya.

Sebagai pemimpin perempuan pertama di Kabupaten Siak, Afni menyadari harapan masyarakat sangat besar. Namun ia memilih melangkah pelan, dengan komitmen yang ia sebut sebagai kerja diam-diam tapi tuntas. Ia lebih senang turun langsung ke lapangan daripada duduk di balik meja.

Keluarga menjadi sumber kekuatan utama baginya. Dalam banyak kesempatan, Afni menyebut kedua orang tua, suami dan anak-anaknya adalah tiang semangat yang menopangnya. 

“Mereka tidak pernah menuntut apa-apa. Karena itu, saya merasa wajib menjaga mereka, agar tidak ikut terbebani oleh jabatan saya,” katanya. 

Afni juga percaya, setiap jabatan memiliki batas. Yang abadi hanyalah integritas dan kebaikan yang ditanamkan selama menjabat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved