Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Diterpa Virus Corona, UMKM Riau Turun 75 Persen

Penurunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terjadi hingga 75 persen, yang diderita oleh 43 persen usaha mikro dan 40 persen usaha kecil.

Penulis: Alex | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUN PEKANBARU / ALEX SANDER
Aktivitas pelaku UMKM di Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penurunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terjadi hingga 75 persen, yang diderita oleh 43 persen usaha mikro dan 40 persen usaha kecil.

Alhasil, 47 persen pelaku UMKM mengaku hanya mampu bertahan hidup hingga Agustus 2020.

Padahal, UMKM merupakan salah satu sektor yang menjadi lokomotif ekonomi domestik, kini tertatih akibat pandemi. Penyerap 96 persen tenaga kerja Indonesia ini, merana terdampak Corona.

Begitulah temuan Survei Kajian Cepat Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kinerja UMKM Indonesia yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

General Manager Pertamina MOR I, Gema Iriandus Pahalawan mengatakan, demi mendukung UMKM berjuang dari tekanan ekonomi akibat pandemi, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) I menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement.

"Kegiatan PK Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bangkit kembali. Di samping itu, juga menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM," kata Gema melalui rilisnya, Rabu (8/7/2020).

Dijelaskan Gema, PK Pinky Movement, juga mendorong UMKM untuk menggunakan elpiji non subsidi melalui program konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas.

Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi.

Sementara itu, Unit Manager Communication, Relations, and CSR MOR I, Roby Hervindo, menyatakan program ini mendapat sambutan antusias dari pelaku UMKM.

"Hingga kini, 22 pelaku UMKM dari Provinsi Riau, Sumut, Aceh, dan Sumbar telah bergabung dalam PK Pinky Movement," ujarnya.

Dalam kegiatan seremoni di rumah makan Ikan Bakar 17 Medan, dana permodalan sebesar Rp 2.375.000.000,- disalurkan kepada pelaku UMKM. Digulirkan kepada tujuh UMKM di Riau sejumlah Rp. 375 juta dan enam pelaku UMKM di Sumut senilai Rp. 470 juta. Kemudian enam UMKM di Aceh mendapatkan dana permodalan Rp. 1,1 miliar dan tiga UMKM di Sumbar sebesar Rp. 430 juta.

Seluruh UMKM yang menerima dana permodalan, telah beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg. Hal ini dipermudah dengan program gratis tukar tabung elpiji 3 kg ke elpiji Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg. Plus diskon isi tabung senilai hingga Rp. 136.600,- per tabung.

"Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat membantu para UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Roby.

Pemilik kedai oleh-oleh Nafeesa Snack, Parmono, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengikuti PK Pinky Movement. Mengolah makanan ringan menggunakan Bright Gas mempermudah pekerjaannya karena aman dan nyaman.

"Bright Gas sudah menjadi pilihan saya dalam mengolah makanan sejak satu tahun lalu. Bright Gas mudah ditemukan dan isinya dipastikan terjamin. Beruntung sekali saat ini Pertamina juga memiliki program bersama Bright Gas dalam bentuk Program Kemitraan Pinky Movement, sehingga saya juga bisa mendapatkan pinjaman kredit ringan," kata Parmono.

Bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti program PK Pinky Movement, dapat menghubungi melalui telepon Pertamina 135 maupun mengakses situs http://www.pertamina.com/id/program-kemitraan.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved