Berita Viral

NASIB Mashel Widianto yang Kini Terima Bullyan Netizen usai Terbongkarnya Bayaran Ratusan Juta

Mashel Widianto yang merupakan komika kini terima konsekwensinya usai ia bikin konten yang malah tambah ricuh publik

Editor: Budi Rahmat
KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS
DIBULLY NETIZEN- Nasib Mashel Widianto yang terima bullyan netizen usai terbongkarnya bayaran ratusan juta 

"Rotasi biasa saja," ujar Hermawi kepada Kompas.com, Jumat

Hermawi juga membantah Nasdem telah mencopot Sahroni dari posisi pimpinan di DPR RI. Dia menyebut, itu hanyalah langkah Nasdem dalam melakukan penyegaran.

"Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran," katanya menegaskan.

Kontroversi Sahroni

Sebelumnya, Ahmad Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III DPR sempat merespons kritik keras dari publik yang memunculkan desakan agar DPR dibubarkan.

Desakan itu mencuat seiring munculnya rincian gaji dan penghasilan anggota DPR yang dinilai fantastis hingga Rp 230 juta, namun dinilai tak diimbangi dengan kinerja anggota DPR.

Kenaikan tunjangan bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi yang sulit di masyarakat dianggap tidak pantas.

Ahmad Sahroni lalu merespons dengan mengatakan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Dia bahkan menyebut bahwa pandangan ini sebagai mental orang tolol.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Usai pernyataannya viral di media sosial, Ahmad Sahroni sempat memberikan klarifikasi.

Dia membantah bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Sahroni mengeklaim bahwa pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com pada 26 Agustus 2025.

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” katanya lagi.

Politikus yang sempat dijuluki "crazy rich Tanjung Priok" ini menilai, ucapannya dipahami keliru kemudian digoreng oleh masyarakat.

Ahmad Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan.

Menghadapi konten provokatif di media sosial memang bisa bikin emosi naik turun. Tapi kamu bisa tetap tenang dan bijak dengan strategi yang tepat. Berikut cara-cara efektif untuk mengatasinya:

1. Kenali Tujuan Konten Provokatif

Banyak konten sengaja dibuat untuk memancing reaksi emosional, memperkeruh suasana, atau menyebarkan hoaks. Penting untuk menyadari bahwa tidak semua yang viral itu valid.

2. Jangan Langsung Bereaksi

Menanggapi dengan emosi justru memberi panggung lebih besar bagi konten tersebut.

Cara Melawan Berita "Hoax" di Media Sosial menunjukkan pentingnya verifikasi sebelum membagikan atau mengomentari konten.

3. Verifikasi Fakta Sebelum Share

Jangan asal sebar. Cek dulu kebenarannya lewat sumber terpercaya.

3 Cara Menangkal Hoax menjelaskan cara kerja Cyber Drone dan Cyber Patrol dalam mendeteksi konten negatif.

Bisa bedain Konten Hoaks dan Fakta? mengingatkan agar tidak asal share ke grup keluarga atau komunitas.

4. Jaga Kesehatan Mental dan Emosi

Konten provokatif bisa berdampak psikologis. Jangan biarkan dirimu larut dalam konflik online.

David Alfa Sunarna - Teknologi Starlink yang Bikin Pusing menyoroti pentingnya platform media sosial memiliki sistem untuk men-take down konten palsu dan ujaran kebencian.

5. Edukasi Diri dan Orang Lain

Jangan hanya jadi penonton. Jadi bagian dari solusi dengan menyebarkan konten yang sehat dan informatif.

Cara Membuat Konten Jasa Viral dan Efektif menunjukkan bagaimana membuat konten yang menarik tanpa harus provokatif atau menyesatkan.(*)

Sumber : Tribun Lampung

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved