Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Regional

2 Siswa SMP Organisir Pembunuhan Waria di Lampung: Tubuh Korban 78 Kali Ditusuk

Menurut hasil pemeriksaan, DA membuat kode khusus yang akan dikirim kepada RO setelah melihat korban lengah.

pexels/kat wilcox
MISTERIUS: Penemuan jasad misterius di lift hotel di Melawai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam kegelapan malam di Desa Banjar Negeri, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebuah tragedi mengerikan terjadi.

Dua sosok, yang seharusnya masih polos di bangku SMP, berubah menjadi pembunuh berdarah dingin.

Mereka adalah DA (15) dan RO (14), yang dengan keji menghabisi nyawa Dainuro (41), pemilik sebuah salon.

Pembunuhan ini bukan aksi spontan, melainkan direncanakan dengan rapi dan penuh misteri.

Yang lebih mengejutkan, kedua remaja ini menggunakan sandi atau kode khusus saat menjalankan aksinya, seolah-olah mereka adalah pembunuh bayaran profesional yang terorganisir.

Agar aksinya berjalan sesuai alur yang direncanakan, Dainuro dipancing oleh pelaku untuk kencan lebih dulu agar lengah. 

Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Pande Putu Yoga Mahendra, mengatakan, pihaknya telah memeriksa kedua tersangka, yakni DA (15) dan RO (14).

“Dugaan sementara, pelaku DA yang merencanakan pembunuhan itu, dia lalu mengajak pelaku RO,” kata Pande saat dihubungi, Rabu (3/9/2025). 

Baca juga: Kritikan Tajam dari BEM UI: Rakyat Kesusahan, Kok Bisa DPR Tunjangannya Naik dan Joget-joget

Baca juga: 3 Siswa Korban Asusila Guru Honorer Penyuka Sesama Jenis di Lampung Tengah Alami Trauma

Menurut hasil pemeriksaan, DA membuat kode khusus yang akan dikirim kepada RO setelah melihat korban lengah.

Ia terlebih dulu menghubungi korban, lalu datang ke salon untuk berkencan. 

Saat korban lengah, DA mengirim pesan melalui WhatsApp kepada RO.

Tak lama kemudian, RO datang dan langsung menindih korban.

Pada saat itu, korban ditusuk puluhan kali hingga tewas. 

Motif Pelaku

Terkait motif pembunuhan, Iptu Pande Putu Yoga Mahendra menjelaskan, bahwa dua pelaku yang masih berstatus pelajar SMP mengaku emosi karena korban selalu membayar murah usai kencan. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved