Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Cinta Ditolak, Rumah Terbakar: KRONOLOGI Aksi Pemuda Jaksel yang Diluar Dugaan

Dalam kasus MS di Jagakarsa, ia merasa tidak terima diputus setelah menjalin hubungan selama delapan bulan.

Tayang:
Freepik.com/partystock
KEBAKARAN DI SEMARANG - Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jenazah korban dari rumah yang hangus terbakar di Semarang Timur, Jumat (25/7/2025) dini hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria muda berusia 21 tahun, berinisial MS atau TB, nekat membakar rumah mantan kekasihnya di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Aksi ini dipicu oleh rasa sakit hati setelah hubungan asmaranya berakhir.

Peristiwa tragis tersebut berlangsung pada Jumat dini hari (17/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, tepatnya di Jalan Pasir 3, RT 02 RW 06, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa.

Kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Nurma Dewi.

"Jadi waktu itu dia sakit hati. Jadi dia diputuskan kemudian dia merasa sakit hati," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).

Menurut dia, MS dan pacarnya sudah berhubungan dalam jalinan asmara selama 8 bulan.

Orang yang diputus cinta bisa membakar rumah mantan pacar karena dorongan emosi ekstrem seperti sakit hati, dendam, dan ketidakmampuan mengelola amarah, yang bisa memicu tindakan impulsif dan destruktif.

Putus cinta bisa memicu rasa kehilangan, penolakan, dan penghinaan. 

Baca juga: VIRAL, Warga Sakit di Pelosok Kampar Dibawa Pakai Tandu Berjalan Kaki ke Sumbar untuk Berobat

Baca juga: Pesta Gay di Surabaya Digerebek, Seorang ASN Aktif Ikut Diamankan

Dalam kasus MS di Jagakarsa, ia merasa tidak terima diputus setelah menjalin hubungan selama delapan bulan.

Beberapa individu yang tidak bisa menerima penolakan cenderung ingin “menghukum” mantan pasangannya.

Membakar rumah bisa menjadi simbol pelampiasan dendam dan kemarahan yang tak terkendali. 

Tindakan membakar rumah menunjukkan impulsivitas tinggi. MS membeli bensin dan langsung menyiram serta membakar bagian rumah tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Individu yang tidak memiliki sistem pendukung atau cara sehat untuk mengatasi stres emosional lebih rentan melakukan tindakan ekstrem.

Dalam kasus ini, MS tidak mencari bantuan atau berbicara dengan orang lain, melainkan langsung bertindak.

Penolakan dalam hubungan bisa memicu reaksi mirip trauma, terutama jika individu memiliki riwayat masalah emosional atau kelekatan yang tidak sehat. Beberapa studi menyebutkan bahwa penolakan bisa memicu rasa kehilangan identitas dan kontrol.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved