Minggu, 24 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kala Layangan Mengangkasa dan Mendengung Hingga Malam Hari, Bukan Sekedar Hobi Tapi Juga Seni

Lenggok dan bunyi layangan danguang berukuran tiga meter harus dipastikan sebelum dilepas ke pembeli.

Tayang:
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
LAYANG-LAYANG - Riki dan layangan danguang buatannya dan rekannya yang tengah mencoba menaikkan layangan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Sore mulai jatuh di Jalan Singgalang, Gang Jogja Tenayan Raya, Kamis (23/10/2025). Riki dan beberapa rekannya akan melepas layangan danguang berwarna putih.

Lenggok dan bunyi layangan danguang berukuran tiga meter harus dipastikan sebelum dilepas ke pembeli.

Satu orang kemudian memegang dan mengambil jarak  dari orang yang akan menaikkan layangan danguang.

Setelah cukup jarak kemudian layangan ditarik menggunakkan benang Bugis.

Benang yang lebih kokoh untuk menaikkan layangan danguang.

Menariknya, layangan buatan Riki ini punya khas dengan hanya satu tali teraju atau tali goji sebagai penyeimbang layangan saat ditarik.

Riki mengatakan, ia sudah memastikan layangan danguang yang ia buat sudah seimbang hingga hanya menggunakan satu tali goci saja.

LAYANG-LAYANG - Riki dan layangan danguang buatannya dan rekannya yang tengah mencoba menaikkan layangan.
LAYANG-LAYANG - Riki dan layangan danguang buatannya dan rekannya yang tengah mencoba menaikkan layangan. (Tribunpekanbaru.com/Budi Rahmat)

"Dalam proses pembuatan saya sudah memastikan kesimbangan, presisi badan layangan. Jadi saya yakin dengan satu tali goji saja layangan bisa naik," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com.

Pria asal Desa Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ini memang sudah lihai membuat layangan danguang dan layangan darek.

Jika layangan danguang punya khas pada suaranya yang mendengung, maka layangan darek punya khas pada ekornya yang panjang 

Menurut Riki, sejak Sekolah Dasar ia sudah biasa membuat layangan danguang dan layangan darek.

Katanya keahlian itu turun temurun.

"Sudah biasa membuat layangan sejak kecil sampai sekarang. Dan buat layangan itu bukan hanya hobi namun juga ada seninya," ungkapnya.

Satu layangan yang ditarik rekan Riki terlihat sudah mengangkasa.

Dan suara dengungannya terdengar jelas.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved