Kala Layangan Mengangkasa dan Mendengung Hingga Malam Hari, Bukan Sekedar Hobi Tapi Juga Seni
Lenggok dan bunyi layangan danguang berukuran tiga meter harus dipastikan sebelum dilepas ke pembeli.
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Ariestia
"Pembeli datang dari berbagai wilayah, ada dari duri, Perawang bahkan ada juga yang memasang dari Bukittinggi" ujarnya.
Riki sendiri tergabung dalam grup pecinta layangan Riau.
Ia masuk dalam komunitas pen gas.
Dan komunitasnya pernah meramaikan acara di kantor Gubernur Riau masa Syamsuar tahun 2022 silam.
Riki biasanya ia akan membuat pesanan layangan danguang dan layangan darek di kedai harian bernama Kedai Riki Baru di jalan Singgalang.
Hobi dan Koleksi
Amir, salah satu penikmat layangan jenis danguang mengaku sangat antusias memainkan layangan tersebut
Menurutnya, layangan danguang yang ia mainkan ada yang dalam ukuran kecil dan juga besar.
Dikatakannya, layangan tersebut biasanya ia mainkan dan juga kadang bisa jadi pajangan.
"Ibaratnya menandakan kalau saya orang Minang. Dan layangan danguang jadi kebanggaan. Apalagi yang ukurannya besar," terang Amir.
Amir mengakui sengaja membawa layangan tersebut dari kampung asalnya yakni Pariaman.
Ia membawanya saat ada mobil pembawa kelapa menuju ke Pekanbaru.
"Saya biasa memainkan di lapangan dekat jalan Singgalang. Memang tidak tiap hari. Tapi, sekali saya mainkan biasanya ada kepuasan," ungkapnya.
Untuk suara yang dihasilkan, Amir mengatakan itu dihasilkan dari rotan yang dihaluskan hingga bisa diikat di bagian belakang atas layangan.
"Suaranya itu yang bikin nagih. Sekali dimainkan, suaranya bisa memancing perhatian," ungkap Amir.
Untuk main layangan danguang tersebut, Amir mengaku kadang hingga malam hari. Namun, ia juga memastikan angin dan tentu saja hujan.
Biasanya layangan danguang diperlombakan untuk lenggok dan bunyinya. Penilaian lainnya adalah layangan yang bisa presisi 90 derajat.
Sore makin tinggi. Matahari sudah turun. Cahayanya keperakan. Riki sudah cukup puas dengan hasil dari layangan danguang yang ia buat.
"Masih banyak pesanan. Kawan-kawan dari berbagai daerah masih berkirim kabar dalam grup WhatsApp. Ada yang dari duri, Perawang, kerinci, Kandis dan Dumai," pungkas Riki.
Sekilas Soal Layang Danguang
Layang-layang Danguang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat.
Layangan ini merupakan ciri khas daerah Pariaman.
Layangan Danguang berbeda dengan layang-layang darek atau maco.
Layak darek sendiri punya khas pada ekornya yang panjang.
Sedangkan layangan maco adalah layangan yang umumnya dimainkan oleh anak-anak di lapangan dan banyak dijual di kedai atau toko barang harian
Layangan danguang punya keunikan pada suara dengung yang dihasilkan dari alat danguang yang terbuat dari rotan di ujung kepalanya.
Suara itu yang membuatnya mengeluarkan suara khas saat diterbangkan, tidak seperti layang-layang darek yang umumnya tidak memiliki suara. (Tribunpekanbaru.com/Budi Rahmat)
| PENGHISAP VAPE Wajib Tahu! Apa Itu Cairan Etomidate, Apa Itu Cairan Zombie, Efek Samping, Hukuman |
|
|---|
| Ingin Masuk SMAN Favorit Lewat Jalur Domisili, Ortu Siswa Berharap Pihak Sekolah Transparan |
|
|---|
| Kuota Prestasi dan Afirmasi Naik Drastis, Peluang Masuk SMAN 4 Kandis Kian Terbuka |
|
|---|
| Lagi Pidato Presiden Prabowo Singgung Ekonomi Rakyat: Mari Kita Jujur Melihat Kenyataan |
|
|---|
| Kadisnakertrans Riau Jagokan Inggris Juara Piala Dunia 2026, Sebut Bellingham Bakal Bersinar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Kala_Layangan_Mengangkasa_dan_Mendengung_Hingga_Malam_Hari_Bukan_Sekedar_Hobi_Tapi_Juga_Seni.jpg)