Asa Nelayan Desa Tambak Pelalawan Menjemput Impian Lewat Program Perikanan Berkelanjutan
Sejak dahulu hingga sekarang Desa Tambak memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar.
Penulis: Rino Syahril | Editor: M Iqbal
Ringkasan Berita:
- Masyarakat Desa Tambak sangat menjaga keasrian Sungai Segati dan termasuk hamparan pinggir sungai.
- Desa Tambak memiliki sungai dan rawa banjiran yang cukup luas sehingga sumberdaya ikan di desa tersebut lebih beragam.
- Mata pencarian penduduk di Desa Tambak mayoritas adalah Nelayan Tangkap dan ini sudah sejak nenek moyang dulu.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Desa Tambak merupakan salah satu desa di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Desa ini letaknya sangat berdekatan dengan Sungai Segati.
Untuk menuju desa ini tentunya harus menempuh waktu 2 jam kurang dari Kota Pekanbaru menggunakan mobil.
Desa Tambak memiliki 2 Dusun yakni Dusun Satu dan Dusun Dua dengan jumlah penduduk mencapai 2800 jiwa.
Sejak dahulu hingga sekarang Desa Tambak memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Sebagian besar wilayahnya merupakan hutan adat, sungai dan rawa banjiran, perkebunan kelapa sawit, lahan pertanian dan pemukiman.
Sehingga mayoritas mata pencarian masyarakat Desa Tambak adalah nelayan baik itu nelayan tetap maupun nelayan sambilan, dan tentunya keberadaan sungai dan rawa banjiran tersebut sangat penting bagi masyarakatnya.
Kegiatan penangkapan ikan dilakukan hampir sepanjang tahun dengan menggunakan bermacam alat tangkap tradisional seperti jaring insang, pancing, pancing rawai, tuguk, sengkarai, serok, jala dan bubu.
Menariknya aktifitas sebagai nelayan itu sudah dilakukan masyarakat Desa Tambak secara turun temurun. Mereka juga sangat menjaga keasrian Sungai Segati dan termasuk hamparan pinggir sungai.
Saat Tribun dibawa langsung melihat aktifitas masyarakat Desa Tambak dan menyusuri Sungai Segati dengan perahu, ternyata keasrian Sungai Segati masih terjaga
Tampak kiri kanan sepanjang Sungai Segati masih tumbuh subur pohon Nipah dan pohon-pohon besar lainnya disepanjang pinggir Sungai.
Bahkan hamparan rawa juga cukup luas di sepanjang pinggir Sungai Segati. Sesekali tampak beberapa warga dengan perahu menangkap ikan di Sungai Segati.
Mereka menangkap ikan dengan alat tradisional dengan cara memancing, karena saat Tribun bersama rombongan mengarungi Sungai Segati hari menunjukan pukul 13.00.
Menurut penuturan Mansyur yang sehari-harinya adalah nelayan, aktifitasnya sebagai nelayan dimulai pukul 15.00 berangkat pasang alat dan tebar jaring pulang pukul 23.00, kemudian pukul 05.00 kembali lagi sampai pukul 09.00 untuk melihat hasilnya.
"Jadi aktifitas itulah kami lakukan setiap hari," ujar Mansyur kepada Tribun.
Sebagai nelayan tangkap dengan alat tradisional tentunya hasil yang didapatkan para nelayan tidak maksimal, karena harus bergantung dengan alat tangkap yang digunakan, kalau mau banyak dapat tentunya alat tangkapnya juga harus banyak.
| Sasar Geng Motor Hingga Begal, Tim Raga Polres Pelalawan Patroli di Titik Rawan Pangkalan Kerinci |
|
|---|
| BPBD Pelalawan Sebut Curah Hujan Tinggi Merupakan Alami, Zulfan: Harusnya Masih Kemarau |
|
|---|
| Damkar Pelalawan Rescue Ular Piton 3 Meter dari Belakang Rumah Warga |
|
|---|
| Ada Ledakan Saat Ngelas Tongkang di Dermaga, Warga Pelalawan Tewas Terlempar ke Sungai |
|
|---|
| Kasus PMK Belum Terdeteksi, Segini Estimasi Kebutuhan Hewan Kurban di Pelalawan pada Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/nelayan-desa-tambak-pelalawan.jpg)