Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ibadah Haji 2026

Menghapus Sekat dalam Layanan Haji

Secara umum, penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan banyak sisi positif, khususnya dari aspek teknis pelayanan.

Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
ISTIMEWA
Suasana pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Foto Belli Nasution dan Suyanto. 

"Alhamdulillah, jemaah yang sempat tertunda sudah diberangkatkan. Kita berharap seluruh proses ibadah mereka berjalan lancar setibanya di Madinah," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (28/4/2026).

Sebelumnya, sebanyak 438 jemaah Kloter 5 yang terdiri dari 436 orang asal Kabupaten Kampar dan 2 orang dari Kabupaten Siak telah masuk Asrama Haji Batam sejak Minggu (26/4/2026). Mereka dijadwalkan berangkat pada Senin pagi, namun harus mengalami penundaan karena persoalan teknis penerbangan.

Defizon menyebutkan, secara umum proses keberangkatan jemaah haji Riau tahun 2026 berjalan lancar meskipun terdapat beberapa kendala teknis di lapangan. Hingga 28 April 2026, total jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Batam mencapai 1.720 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.693 jemaah haji, 8 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing KBIHU, serta 16 petugas kloter yang telah diberangkatkan dalam beberapa kelompok terbang (kloter).

Rincian keberangkatan meliputi Kloter BTH 3 dengan total 443 orang, terdiri dari 435 jemaah, 2 PHD, 2 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter. Pada kloter ini, terdapat 1 jemaah yang dirawat di Batam serta 1 orang pendamping yang juga tertunda keberangkatannya.

Selanjutnya Kloter BTH 4 memberangkatkan total 440 orang yang terdiri dari 434 jemaah, 2 PHD, dan 4 petugas kloter. Namun, terdapat 3 jemaah yang harus dirawat di Batam serta 2 orang pendamping yang turut menunda keberangkatan.

Untuk Kloter BTH 5, total 438 orang diberangkatkan yang terdiri dari 431 jemaah, 2 PHD, 1 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter. Pada kloter ini, tercatat 3 jemaah dirawat di Batam, 3 orang pendamping, serta 1 jemaah sakit di daerah yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.

Sementara Kloter BTH 6 memberangkatkan 399 orang yang terdiri dari 393 jemaah, 2 PHD, dan 4 petugas kloter. Pada kloter ini terdapat 3 jemaah batal berangkat dari daerah, serta mutasi 45 jemaah ke Kloter BTH 7 dan tambahan 2 jemaah mutasi masuk dari Kloter BTH 4.

Secara keseluruhan, jemaah yang mengalami tunda atau batal berangkat tercatat sebanyak 6 orang dirawat di Batam, 5 orang pendamping di Batam, serta 4 orang sakit di daerah.

Defizon menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar seluruh proses keberangkatan jemaah haji berjalan optimal. Ia juga berharap seluruh jemaah yang telah diberangkatkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved