Selasa, 2 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ibadah Haji 2026

Pemulangan Jemaah Haji Riau Bertahap, Dimulai 4 Juni 2026

Gelombang pertama diberangkatkan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah mulai 4 Juni 2026

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
ISTIMEWA
Suasana pelaksanaan ibadah haji di Mekah 2026. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jemaah haji asal Provinsi Riau bersiap kembali ke tanah air. 

Proses pemulangan jemaah haji Riau berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter) masing-masing.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, S.Kom., M.Si. menyebutkan, pemulangan jemaah akan dilakukan dalam dua gelombang. 

Gelombang pertama diberangkatkan melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA) Jeddah mulai 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi.

Baca juga: Perjalanan Panjang Jamaah Haji Menuju Tiga Titik Jumrah


Kloter pertama yang akan kembali ke Tanah Air adalah Kloter BTH 03.

 Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi.

"Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan," kata Defizon,  Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Idul Adha di Tanah Suci, Jamaah Haji Jalani Ibadah dengan Lebih Nyaman


Menjelang kepulangan, pihaknya mengingatkan seluruh jemaah agar memperhatikan ketentuan barang bawaan selama penerbangan.


Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan maskapai dan otoritas bandara sangat penting untuk memastikan proses pemulangan berlangsung lancar, aman, dan tepat waktu.


Jemaah diimbau tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. 


Barang yang mudah meledak atau terbakar, benda tajam yang berpotensi melukai, produk hewani (dairy), makanan beraroma tajam, tanaman hidup, serta produk tanaman tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.


"Kami menghimbau seluruh jemaah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas," ujar Defizon.


Selain barang-barang terlarang, Defizon juga kembali mengingatkan jamaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.


Ia menjelaskan, sesuai ketentuan otoritas bandara Arab Saudi, air zamzam tidak diperbolehkan berada dalam barang bawaan penumpang. 


Seluruh koper jemaah akan menjalani pemeriksaan ketat menggunakan mesin pemindai atau X-Ray berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam maupun barang terlarang lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved