Rabu, 27 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ibadah Haji 2026

Cuaca Panas di Arafah, Banyak Jemaah Haji Siak Alami Pilek dan Batuk Ringan

Cuaca panas di Arafah mulai dirasakan jemaah haji asal Kabupaten Siak. Banyak jemaah mengalami pilek dan batuk ringan.

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
ISTIMEWA/dok petugas haji Siak
Jemaah Haji asal Kabupaten Siak berada dalam tenda Maktab 85 di Mekah sejak Senin (25/5/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Cuaca panas di Arafah mulai dirasakan jemaah haji asal Kabupaten Siak. Banyak jemaah mengalami pilek dan batuk ringan.

Keluhan muncul setelah rombongan tiba di Padang Arafah. Meski begitu, kondisi jemaah masih terkendali.

Sebanyak 440 jemaah Siak tergabung dalam Kloter BTH 12. Mereka kini menjalani fase puncak ibadah haji.

Petugas Haji Daerah Siak, dr. Atika Rifiani, mengatakan tim kesehatan terus memantau kondisi jemaah. Edukasi kesehatan juga rutin diberikan.

“Alhamdulillah, secara umum kondisi jemaah stabil. Namun ada yang mengalami batuk dan pilek ringan,” kata Atika, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, suhu panas di Arab Saudi cukup memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas membagikan masker dan oralit sebelum keberangkatan menuju Arafah.

Jemaah juga diminta banyak minum air. Mereka diingatkan mengurangi aktivitas berlebihan. Rombongan diberangkatkan dari Makkah, Senin (25/5/2026). Bus mulai tiba di hotel sekitar pukul 11.30 WAS.

Sekitar satu jam kemudian, jemaah bergerak menuju Arafah. Mereka tiba sekitar pukul 13.30 WAS.

Sesampainya di lokasi, jemaah langsung menempati tenda Maktab 85. Konsumsi dan kebutuhan dasar langsung dibagikan.

Baca juga: Kondisi Terkini 316 JCH Asal Dumai Jelang Puncak Ibadah Haji

Mereka menerima makan siang dan buah. Air mineral serta jus juga disiapkan petugas. Menjelang malam, suasana tenda mulai khusyuk. Jemaah melaksanakan salat berjamaah dan berzikir.

Di tengah cuaca panas, seorang jemaah Lansia sempat mengalami demam tinggi. Jemaah itu masuk kategori risiko tinggi. Tim medis langsung memberi penanganan. Kondisinya kini mulai membaik.

“Alhamdulillah, sekarang sudah stabil dan sudah mau makan kembali,” ujar Atika.

Selain cuaca panas, jemaah juga menghadapi keterbatasan fasilitas. Toilet digunakan bersama beberapa kloter lain.

Antrean kamar mandi cukup panjang. Pasokan air sempat kurang lancar.

Kondisi itu juga dirasakan jemaah disabilitas. Toilet khusus kursi roda berada cukup jauh dari tenda.

Meski begitu, semangat jemaah tetap tinggi. Mereka tetap fokus menjalani rangkaian ibadah haji.

Usai wukuf di Arafah, jemaah dijadwalkan menuju Muzdalifah. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Mina.

( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved