TOPIK
Angkutan Online Vs Konvensional
-
Mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, hari-hari biasanya pengendara transportasi online khususnya Gojek banyak lalu lalang di jalan ini.
-
Diantaranya penegasan tentang pentingnya semua kegiatan usaha masyarakat harus mengikuti regulasi atau ketentuan yang berlaku.
-
Tinggal menjalankan apa yang sudah diputuskan pemerintah pusat. Kalau perlu buat aturan di pemko dibuat untuk pengaturan yang lebih baik
-
Padahal sehari sebelumnya di titik ini terpasang spanduk himbauan larangan operasional bagi angkutan umum berbasis aplikasi online.
-
"Makanya saya belum tahu ini, apakah spanduk resmi dari dinas atau orang per orang. Yang jelas Dishub tidak ada konsultasi dengan saya," kata Firdaus
-
dirinya menerima pukulan mulai dari batu hingga kayu. Akibat pemukulan tersebut, keningnya sobek dan perlu dirawat secara medis.
-
Pesan tersebut, berisi himbauan dari sesama mitra yang memberitahukan, bahwa ada sweeping di kawasan dekat SKA Kota Pekanbaru.
-
Menurutnya, dalam dunia bisnis, tidak ada yang mampu melawan bisnis yang berbasis teknologi.
-
Bahwa insiden tersebut merupakan buntut dari pemasangan spanduk oleh Dishub Kota Pekanbaru yang bersifat provokatif.
-
Persoalan angkutan umum berbasis online bukan hanya masalah yang terjadi di Kota Pekanbaru saja, tapi sudah menjadi isu nasional.
-
Atas insiden yang menimpa mitra Gojek Pekanbaru, pihaknya sudah meminta agar seluruh mitra Gojek untuk sementara tidak beroperasi
-
Sejauh ini ada dua laporan yang masuk, masing-masing dari pengemudi taksi konvensional dan pengemudi angkutan berbasis online.
-
Petisi itu berbunyi "Hentikan Sikap Anarkis dan Main Hakim Sendiri terhadap Driver Transportasi Online".
-
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga SE meminta pemerintah segera menindaklanjuti kesepakatan yang sudah dibuat ini.
-
Polresta Pekanbaru membentuk tim untuk pengungkapan dugaan pelaku kekerasan saat keributan angkutan konvensional dan angkutan online.
-
Ada beberapa poin yang disampaikan oleh pengemudi taxi online dalam pertemuan tersebut yang diwakili oleh Sekertaris Organda Pekanbaru, Agusman
-
"Saya berharap Taksi online, Gojek, dll. Tolong hargai keputusan pemerintah setempat," tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara
-
Keberadaan taksi online di Kota Pekanbaru kini jadi dilema. Di satu sisi, taksi tersebut diminati masyarakat.
-
Belasan Driver Go-Jek Pekanbaru berkumpul di bilangan Jalan Pattimura, Senin (21/8/2017).Mereka akan mengklarifikasi terkait kisruh yang terjadi
-
Mereka akan mengklarifikasi terkait kisruh yang terjadi di Persimpangan Mal Ska, Minggu kemarin.
-
Aksi pemukulan ini diduga sebagai pemicu rentetan kejadian kekerasan berikutnya antara pengemudi moda transportasi online dengan konvensional
-
Mengakomodir kerusakan beberapa mobil pasca peristiwa keributan, kepolisian meminta agar segera memasukkan laporan.
-
Setidaknya ada taksi online yang tertangkap oleh para sopir ini. Mobil taksi online dipecahkan kacanya, ditendang dan di lempari bambu dan benda
-
Usai mendengarkan penjelasan dari perwakilannya, puluhan sopir taksi konvensional yang masih bertahan di gedung DPRD Kota Pekanbaru membubarkan diri.
-
Setelah melakukan pertemuan lebih setengah jam, akhirnya didapatkan kesimpulan terkait keberadaan taksi online di Kota Pekanbaru.
-
Perwakilan sopir taksi konvensional menyampaikan aspirasi ke Pemerintah Kota Pekanbaru pasca ribut-ribut dengan angkutan online, Senin (21/8/2017).
-
Tribun Pekanbaru, coba menjaring tanggapan Netizen melalui akun instagram @tribunpekanbaru dan halaman Facebook Tribun Pekanbaru, Senin (21/8/2017)
-
Setelah dari Kantor Walikota Pekanbaru, ratusan sopir taksi konvensional mendatangi gedung DPRD Pekanbaru, Senin siang (21/8/2017).
-
Penetapan kuota jumlah angkutan sewa khusus/taksi online, diserahkan kepada Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Perhubungan masing-masing
-
Buntut bentrok yang terjadi antara taxi konvensional dengan angkutan berbasis online di simpang Mal Ska Pekanbaru pada Minggu (20./8/2017) berujung