Angkutan Online vs Konvensional

Kapolda Riau Minta Angkutan Online Hargai Kebijakan Pemko Pekanbaru

"Saya berharap Taksi online, Gojek, dll. Tolong hargai keputusan pemerintah setempat," tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

Istimewa
Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara 

Laporan Fotografer Tribun Pekanbaru, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Moda transportasi umum berbasis online di Kota Pekanbaru disebut Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, belum memeroleh izin dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berharap kebijakan ini betul-betul dihargai oleh pengelola angkutan umum berbasis online, sehingga tidak menimbulkan bentrok dengan pengemodi angkutan konvensional.

Baca: Pergoki di Mobil, Wanita Ini Rebut Tas Milik Selingkuhan Suaminya, saat Dibuka Isinya Memilukan!

"Dinas Perhubungan juga sudah mensosialisasikan memang belum mengizinkan kendaraan operasional kendaraan yang online. Kami harapkan sebenarnya dipatuhi, tetapi juga yang angkutan konvensional yang ada main hakim sendiri tidak boleh, ya tetap saja pidana di hukum," imbaunya.

Ia berharap moda transportasi umum berbasis onlen untuk menghargai keputusan pemerintah daerah.

Ratusan sopir taksi konvensional melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman, Senin (21/8/2017). Mereka menuntut pemerintah kota Pekanbaru menghentikan operasional angkutan umum berbasis online.
Ratusan sopir taksi konvensional melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman, Senin (21/8/2017). Mereka menuntut pemerintah kota Pekanbaru menghentikan operasional angkutan umum berbasis online. (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)

Baca: Dishub Larang Angkutan Online Beroperasi, Ini Kata Pengusaha Angkutan Umum Konvesional di Pekanbaru

"Saya berharap Taksi online, Gojek dan yang lain, tolong hargai keputusan pemerintah setempat," tandasnya. 

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara juga meminta Kapolresta Pekanbaru untuk segera mencari pelaku penganiayaan yang dialami pengemudi angkutan umum berbasis online.

Aksi pemukulan ini diduga sebagai pemicu rentetan kejadian kekerasan berikutnya antara pengemudi moda transportasi online dengan konvensional di Kota Pekanbaru.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved