Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gas LPG Nonsubdisi Naik

Harga LPG 12 Kg Naik, Pemilik Usaha Cafe Resto di Siak Menjerit

Selisih kenaikan yang mencapai sekitar Rp40.000 per tabung membuat biaya operasional dapur usaha makanan dan minuman ikut terdongkrak.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Tabung gas 12 Kg di dapur salah satu cafe resto di kota Siak Sri Indrapura, Selasa (22/4/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram di Kabupaten Siak dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha food and beverage (F&B).

Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp245.000 per tabung kini melonjak menjadi Rp280.000 hingga Rp290.000.

Lonjakan ini terjadi relatif cepat, bahkan dalam hitungan hari.

Selisih kenaikan yang mencapai sekitar Rp40.000 per tabung membuat biaya operasional dapur usaha makanan dan minuman ikut terdongkrak.

Bagi pelaku usaha, kenaikan harga gas berdampak langsung pada biaya produksi yang sulit dihindari.

Sementara di sisi lain mereka menghadapi dilema untuk menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

Nadia, pemilik Hiree Coffee and Space, mengaku terkejut dengan kenaikan tersebut. Ia menyebut lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat terasa cukup memberatkan bagi usahanya.

Baca juga: Gas LPG Non Subsidi Naik, Pertamina Perketat Pengawasan di Riau

Baca juga: Harga Sudah Naik, Ini Daftar Harga Terbaru Gas LPG 12 Kg dan 5,5 Kg di Provinsi Riau

“Iya sangat pengaruh, apalagi di era efisiensi ini daya beli masyarakat juga berkurang. Jadi kalau LPG non-subsidi makin naik, otomatis HPP bahan makanan naik. Nah kalau kita makin naikin harga nanti pengaruh lagi ke daya beli masyarakat, makin berkurang juga karena harga makanan di kafe makin naik,” ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (21/4/2026). 

Menurut Nadia, kenaikan biaya produksi tidak selalu bisa langsung dibebankan ke konsumen. Ia khawatir, kenaikan harga menu justru akan membuat pelanggan berpikir ulang untuk datang.

Kondisi serupa juga dirasakan Paula, pemilik Resto Lantaidua. Ia menyebut penggunaan LPG 12 kilogram biasanya dilakukan saat kondisi usaha ramai.

“Ngaruh ke biaya produksi pasti,” kata Paula.

Pelaku usaha kini harus lebih cermat mengatur penggunaan gas demi menekan biaya. Namun, hal tersebut diyakini hanya solusi sementara di tengah tren kenaikan harga yang belum menunjukkan tanda mereda.

Bagi pelaku usaha tersebut berpikir akan beralih menggunakan LPG 3 Kg. Hal tersebut untuk mengimbangi kenaikan HPP, agar harga menu masih bisa ditekan. 

“Siak sebagai kota kecil di mana cafe resto baru akan berkembang, tentu menjaga harga adalah suatu keniscayaan, agar customer tidak merasa kemahalanan. Karakter masyarakat Siak, jika sudah merasa mahal maka mereka tidak akan datang untuk kedua kalinya, ini yang harus kita wanti-wanti,” katanya. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Siak, Tengku Musa, membenarkan adanya kenaikan harga LPG 12 kilogram di pasaran dalam dua hari terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved