Penjaga Kampung Dibacok Pencuri
'Tolong Ayah, Ayah Tak Bisa Bangkit', Penjaga Kantor Kampung Dosan Siak Bertaruh Nyawa Hadang Maling
Saat masih gelap gulita, ia memergoki seorang pria tak dikenal yang diduga hendak membobol kantor.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- Lantai Kantor Kampung Dosan masih dingin saat tubuh M Jais (56) tergeletak bersimbah darah di sana, Kamis (23/4/2026) dini hari.
Nafasnya tersengal dan ia bertahan setelah perkelahian yang tak seimbang beberapa jam sebelumnya.
Pukul 03.00 WIB, Jais menjalankan tugas rutinnya sebagai penjaga kantor desa, kecamatan Pusako, kabupaten Siak.
Saat masih gelap gulita, ia memergoki seorang pria tak dikenal yang diduga hendak membobol kantor. Tanpa banyak pikir, ia pun menghadang.
Baca juga: Terkapar di Rumah Sakit, Penjaga Kampung di Siak Masih Sempat Ungkap Ciri Pelaku Pencurian
Namun keberanian itu dibayar mahal. Pelaku melawan dengan brutal. Dalam perkelahian singkat, Jais dibacok di bagian kepala hingga roboh. Pelaku kemudian melarikan diri, tanpa sempat membawa apa pun dari kantor tersebut.
Di dalam bangunan yang tiada seorangpun, Jais tergeletak. Darah mengalir dari luka di kepalanya, merembes ke lantai. Tak ada yang tahu apa yang baru saja terjadi. Pagi datang terlalu lambat baginya. Namun ia bertahan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, keluarga mulai merasa ada yang berbeda. Biasanya, Jais sudah pulang setelah berjaga semalaman. Kekhawatiran itu berubah menjadi kepanikan saat teleponnya akhirnya tersambung.
“Tolong ayah, ayah tak bisa bangkit,” ujar Jaiz dengan nafas tersengal dan suara yang berat.
Kalimat itu seperti runtuh di telinga anaknya. Tanpa menunggu, keluarga bergegas menuju kantor desa.
Setibanya di sana, tangis pecah. Jais ditemukan terbaring lemah, tubuhnya berlumur darah, namun masih sadar.
Tanpa pikir panjang, keluarga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan.
Di tengah kondisi luka serius, Jais masih mampu bertahan, bahkan sempat memberikan keterangan awal kepada polisi tentang ciri-ciri pelaku dari ranjang tidur rumah sakit.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Bahkan ia sempat membezuk Jais ke rumah sakit.
“Korban sempat menyampaikan ciri-ciri pelaku, mulai dari perawakan hingga gaya rambut. Ini menjadi petunjuk penting bagi kami,” ujar AKP Kosmos.
Pihaknya memburu pelaku dengan mengintensifkan penyelidikan lintas fungsi. Kehadiran aparat di lokasi hingga menjenguk korban disebut sebagai bagian dari respons cepat atas peristiwa tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/M-jaiz-penjaga-kampung-di-siak-korban-penganiayaan-pelaku-pencurian.jpg)