Ibadah Haji 2026
Cuaca Panas di Arafah, Banyak Jemaah Haji Siak Alami Pilek dan Batuk Ringan
Cuaca panas di Arafah mulai dirasakan jemaah haji asal Kabupaten Siak. Banyak jemaah mengalami pilek dan batuk ringan.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Cuaca panas di Arafah mulai dirasakan jemaah haji asal Kabupaten Siak. Banyak jemaah mengalami pilek dan batuk ringan.
Keluhan muncul setelah rombongan tiba di Padang Arafah. Meski begitu, kondisi jemaah masih terkendali.
Sebanyak 440 jemaah Siak tergabung dalam Kloter BTH 12. Mereka kini menjalani fase puncak ibadah haji.
Petugas Haji Daerah Siak, dr. Atika Rifiani, mengatakan tim kesehatan terus memantau kondisi jemaah. Edukasi kesehatan juga rutin diberikan.
“Alhamdulillah, secara umum kondisi jemaah stabil. Namun ada yang mengalami batuk dan pilek ringan,” kata Atika, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, suhu panas di Arab Saudi cukup memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas membagikan masker dan oralit sebelum keberangkatan menuju Arafah.
Jemaah juga diminta banyak minum air. Mereka diingatkan mengurangi aktivitas berlebihan. Rombongan diberangkatkan dari Makkah, Senin (25/5/2026). Bus mulai tiba di hotel sekitar pukul 11.30 WAS.
Sekitar satu jam kemudian, jemaah bergerak menuju Arafah. Mereka tiba sekitar pukul 13.30 WAS.
Sesampainya di lokasi, jemaah langsung menempati tenda Maktab 85. Konsumsi dan kebutuhan dasar langsung dibagikan.
Baca juga: Kondisi Terkini 316 JCH Asal Dumai Jelang Puncak Ibadah Haji
Mereka menerima makan siang dan buah. Air mineral serta jus juga disiapkan petugas. Menjelang malam, suasana tenda mulai khusyuk. Jemaah melaksanakan salat berjamaah dan berzikir.
Di tengah cuaca panas, seorang jemaah Lansia sempat mengalami demam tinggi. Jemaah itu masuk kategori risiko tinggi. Tim medis langsung memberi penanganan. Kondisinya kini mulai membaik.
“Alhamdulillah, sekarang sudah stabil dan sudah mau makan kembali,” ujar Atika.
Selain cuaca panas, jemaah juga menghadapi keterbatasan fasilitas. Toilet digunakan bersama beberapa kloter lain.
Antrean kamar mandi cukup panjang. Pasokan air sempat kurang lancar.
Kondisi itu juga dirasakan jemaah disabilitas. Toilet khusus kursi roda berada cukup jauh dari tenda.
Meski begitu, semangat jemaah tetap tinggi. Mereka tetap fokus menjalani rangkaian ibadah haji.
Usai wukuf di Arafah, jemaah dijadwalkan menuju Muzdalifah. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Mina.
( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
| Kondisi Terkini 316 JCH Asal Dumai Jelang Puncak Ibadah Haji |
|
|---|
| Jangan Sampai Keliru, Ini 4 Rukun Utama Penyembelihan Hewan Kurban Menurut Syariat Islam |
|
|---|
| Kementerian Haji Bengkalis Pastikan Jemaah Haji Dalam Keadaan Sehat Jelang Ibadah Puncak |
|
|---|
| Jemaah Haji Riau Wafat di Makkah Bertambah Satu Lagi, Kemenhaj Pastikan Badal Haji Dipenuhi |
|
|---|
| Punya Riwayat Darah Tinggi, Satu Jemaah Haji Asal Pekanbaru Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Jemaah-Haji-asal-Kabupaten-Siak-berada-dalam-tenda.jpg)