Tribun Pekanbaru
Usai Suntik Polio, Paha Bintang Bengkak
Tribun Pekanbaru - Selasa, 21 Februari 2012 01:34 WIB
Share |
BANGKINANG, TRIBUN - Bintang, bayi berusia sembilan bulan harus menjalani operasi usai suntik folio, awal Desember 2011 lalu. Di bekas suntikan tersebut, kaki kiri bagian paha, membengkak selama dua bulan usai disuntik oleh bidan desa.

Anak pasangan Mukhlis (38) dan Susi (31), warga Desa Muara Mahat, Kecamatan Tapung ini menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Sabtu (18/2) lalu. Untunglah, kondisi bocah itu kini sudah membaik.

Ia sudah bisa bermain-main. Namun, sang ibu tetap mengontrol kondisi kesehatan sepanjang hari, bila mana suatu saat memburuk. Pihak rumah sakit sudah mengizinkan Bintang pulang, Senin (20/2) pagi.

Sang ibu, Susi menuturkan, pembengkakan bermula ketika anak ketiga buahnya itu mendapat suntikan polio I (pertama), 10 Desember 2011 oleh seorang bidan di desa.

"Kaki Bintang bengkak hari itu juga," ujar Susi kepada Tribun, ketika dihubungi, kemarin.

Setelah melihat benjolan merah di Bintang, Susi langsung menanyakan hal itu kepada Puskesmas Tapung. Pihak Puskesmas hanya meminta ia membeli obat dan memberitahu pembengkakan tidak apa-apa dan hanya sementara.

Mendengar penjelasan dari pihak Puskesmas, Susi sedikit lega. Obat direkomendasikan Puskesmas pun dibelinya. Untuk mengurangi bengkak, paha Bintang dikompres dengan air panas.

Ditunggu setelah beberapa pekan, benjolan tak juga mengecil. Malah makin membesar. Tidak hanya itu, Bintang semakin rewel dan selalu gelisah. Akibatnya, anak Susi itu susah tidur karena harus menahan sakit.

Di tengah kecemasan orangtuanya melihat kondisi bayi mungil itu, pasangan ini masih berusaha menyembuhkannya. Kejanggalan kondisi Bintang semakin mencurigakan. Pasalnya, paha sebelah kanan malah tidak mengalami kelaianan apa-apa setelah mendapat suntikan DPT Polio Kedua, 10 Januari 2012 lalu.

Susi mengaku sudah membawa Bintang sampai dua kali ke RS Santa Maria di Pekanbaru. Pada kunjungan kedua, dokter menyarankan agar Bintang dioperasi mengangkat benjolan tersebut. Sebab, obat disarankan dokter untuk diberikan kepada sang bayi, tak berdampak lebih baik.

Setelah mendapat arahan dari dokter RS Santa Maria, Susi menemui Puskesmas dan bidan desa yang terakhir diketahui bernama Ira. Kemudian Bintang dibawa ke RSUD Bangkinang, Sabtu lalu, untuk menjalani operasi.

"Dari paha Bintang keluar nana dan darah. Sekarang masih diperban," katanya.

Seorang petugas rumah sakit mengatakan, Bintang dioperasi ringan. Operasi itu untuk mengangkat nanah dan kotoran di dalam luka dalam pembekakan.

Meski sudah diberi keringanan, ibu Bintang, Susi tetap belum puas. Pasalnya, menurut dia, mau tidak mau, kejadian ini disebabkan oleh kelalaian bidang, Ira. Sebab, ia sudah memberitahu bidan tentang kelainan terjadi pada Bintang, setelah disuntik polio.

Ia masih berharap agar biaya perobatan yang dihabiskan selama dua bulan paha Bintang membengkak, juga diganti.

"Biaya pulang pergi ke (Rumah Sakit) Santa Maria maunya dipikirkan juga. Belum lagi biaya obat. Lumayan juga kami habis," tuturnya berharap. Ia juga menilai niat baik bidan Ira tidak seperti diharapkan, karena dinilai cuek.

"Membezuk, menanya kondisi Bintang waktu dirawat aja, sampai sekarang, nggak ada," imbuhnya.


Editor : zulham

© 2010 Tribun pekanbaru. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan