Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Upaya Membentuk Generasi yang Berkualitas

Dunia pendidikan harus memberi peran penting menangkal dekadensi moral anak bangsa dalam upaya menyiapkan generasi masa depan berkualitas.

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Upaya Membentuk Generasi yang Berkualitas
istimewa
Rodiah SAg 

Penulis: Rodiah SAg Guru SMP Negeri 5 Bengkalis

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Saat ini marak kasus moral dikalangan remaja. Di antaranya, penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), tawuran pelajar, pornografi, pornoaksi, perkosaan, pelacuran, perjudian, pembunuhan dan lainnya. Pelaku dan korbannya ada dari golongan remaja yang berstatus pelajar.

Kenyataan yang demikian menunjukkan bahwa dunia pendidikan harus memberi peran penting dalam menangkal dekadensi moral anak bangsa dalam upaya menyiapkan generasi muda masa depan yang berkualitas tinggi. Terkait hal ini, perlu disadari bahwa tujuan pendidikan pada dasarnya adalah memperbaiki moral atau "memanusiakan manusia".

Maka, muncul gagasan pentingnya pendidikan karakter sebagai solusi menjawab permasalahan moral dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Pendidikan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education) melalui sekolah. Harapannya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga dalam diri, karakter dan kepribadian.

Untuk itu, konsep pendidikan karakter menjadi sangat penting dalam upaya menyiapkan anak didik yang unggul, beriman, profesional dan berkepribadian sebagaimana dituntut dalam tujuan pendidikan.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Seorang anak dalam mencari nilai-nilai hidup, harus mendapat bimbingan sepenuhnya dari pendidik, karena menurut ajaran Islam, saat anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci, alam di sekitarnyalah yang akan memberi corak warna terhadap nilai hidup atas pendidikan seorang anak, khususnya pendidikan karakter.

Islam sangat memperhatikan masalah pendidikan terhadap anak dan memberikan konsep secara kongkrit yang terdapat dalam Alquran dan penjelasan Rasulullah SAW yang ada dalam hadits. Alquran adalah petunjuk bagi umat Islam.

Dalam pendidikan karakter kita wajib untuk berbuat baik dan saling membantu serta melatih untuk selalu sabar, menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 134 yang artinya "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".

Dari uraian di atas maka tujuan pendidikan karakter menurut Islam adalah membentuk pribadi yang berakhlak mulia, karena akhlak mulia adalah pangkal kebaikan. Harapannya anak yang berakhlak mulia akan segera melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Allah SWT juga berfirman dalam surat Ala'raf ayat 172 yang artinya "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): bukankah Aku ini Tuhanmu, mereka menjawab: Betul (Engkau tuhan KAmi), kami menjadi saksi, (Kami lakukan demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami bani Adam telah lalai terhadap hal yang demikian ini".

Al Maraghi dalam Tafsirnya menegaskan bahwa Allah SWT telah menjadikan dalam tiap diri pribadi umat manusia berupa fitrah keislaman yang disebut gharizah imaniy (naluri keimanan), dan melekat didalam hati sanubari mereka, sehingga potensi beriman kepada Allah telah terlebih dahulu tertanam dalam diri manusia dan baik buruknya pribadi manusia tersebut tergantung upaya untuk mengembangkan potensi ketuhanan itu. (Muhammad Mustafa al-Maraghi, tth:103)

Jika pendidikan karakter jauh dari akidah Islam, lepas dari ajaran religius dan tidak berhubungan dengan Allah, maka tidak diragukan lagi bahwa anak akan memiliki sifat kefasikan, penyimpangan, kesesatan, dan kekafiran. Bahkan ia akan mengikuti nafsu dan bisikan-bisikan setan, sesuai dengan tabiat, fisik, keinginan dan tuntutannya yang rendah.

Dari sini, jelaslah bahwa yang menjadi fundamen utama yang harus terbina dalam lingkungan keluarga adalah prinsip tauhid. Hal ini dianggap sebagai prasyarat utama dalam pendidikan karakter bagi anak oleh orang tuanya sebagai identitas keimanan yang harus ditanamkan sejak dini.

Adapun tujuan yang paling mendasar dari pendidikan karakter adalah untuk membuat seseorang menjadi good and smart serta berakhlak yang mulia. Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa misi utamanya dalam mendidik manusia adalah untuk mengupayakan pembentukan karakter yang baik (good character).

Sebagaimana bunyi hadist Rasulullah SAW yang artinya, "Seaungguhnya aku diutus ke atas dunia ini untuk menyempurnaan akhlak". (Nol)

Tags
Pendidikan
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help