TribunPekanbaru/

Indragiri Hulu

Ini 17 Poin Mendasari Gugatan Riau Madani pada PT BBSI

Yayasan Riau Madani menyampaikan gugatan legal standing terhadap perizinan PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI)

Ini 17 Poin Mendasari Gugatan Riau Madani pada PT BBSI
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT- Yayasan Riau Madani menyampaikan gugatan legal standing terhadap perizinan PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kehutanan pada tahun 2007 lalu.

Pendaftaran gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Rengat itu dilakukan pada Jumat (6/4/2018).

Baca: VIDEO: Penampilan Apik Karateka Muda Inhil Pada Pembukaan O2SN

Surya Darma, Perwakilan Yayasan Riau Madani menyampaikan dalam gugatan itu pihaknya menyampaikan 17 poin mendasari gugatan mereka. Salah satunya adalah SK nomor 331 tahun 2002 tanggal 6 November 2002 yang kemudian memunculkan SK Menteri Kehutanan nomor 67 tahun 2007.

"SK Menhut nomor 67 tahun 2007 adalah SK perubahan atas SK sebelumnya yang menerangkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri dalam hutan tanaman PT BBSI dengan areal produksi seluas kurang lebih 13420 hektar," kata Surya dihadapan sejumlah awak media.

Baca: Penglaris Zaman Now: Penjual Cilok Ini Beri Bonus Video Porno ke Siswa SD yang Beli Dagangannya

Surya menerangkan, areal PT BBSI yang diterangkan dalam SK nomor 67 itu berada di kawasan hutan produksi yang masih produktif.

"Sehingga dengan demikian penerbitan izin HTI yang dilakukan oleh Mentri Kehutanan tersebut nyata-nyata melanggar ketentuan dalam pasal 38 ayat tiga Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 6 tahun 2007 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan serta pemanfaatan hutan," katanya.

Baca: 146 Atlet Renang Ikuti Kejurprov Renang Riau 2018 di Aquatic Sport Center Rumbai

Dalam pasal tersebut dibunyikan, pemanfaatan hasil hutan kayu pada HTI, dilaksanakan pada hutan produksi yang tidak produktif. Untuk membuktikan bahwa areal PT BBSI merupakan hutan produktif, pihaknya akan mengajukan sejumlah bukti-bukti serta menghadirkan saksi ke persidangan nantinya.

Baca: Obok-Obok Dapur Ayu Ting Ting, Raffi dan Billy Temukan Ikan Asin Dirumah Mewahnya

Surya menerangkan dalam gugatan ini ada tiga pihak yang kemudian disebut sebagai tergugat, antara lain Bupati Inhu sebagai tergugat satu, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Republik Indonesia sebagai tergugat dua, dan PT BBSI sebagai tergugat tiga. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help