Kampar

Pertama Dibangun di Kampar Jalur Interpretasi Panjang 30 Km Lewati 9  Desa

Azwan mengemukakan, Jalur Interpretasi merupakan jawaban dari masalah akses di sembilan desa pada Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Pertama Dibangun di Kampar Jalur Interpretasi Panjang 30 Km Lewati 9  Desa
Tribunpekanbaru/nando
Petugas mengukur lokasi bakal Jalur Interpretasi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Mei 2018 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Jalur Interpretasi terdengar masih baru di Kampar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kampar, Azwan mengklaim program ini yang pertama dilaksanakan di Kampar.

Azwan mengemukakan, Jalur Interpretasi merupakan jawaban dari masalah akses di sembilan desa pada Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Selama ini, kata dia, masyarakat hanya mengharapkan jalur sungai.

"Kalau nggak ada Jalur Interpretasi, mungkin nggak akan pernah dibangun jalan di sana," ujar Azwan, Selasa (5/6/2018).

Petugas mengukur lokasi bakal Jalur Interpretasi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Mei 2018 lalu.
Petugas mengukur lokasi bakal Jalur Interpretasi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Mei 2018 lalu. (Tribunpekanbaru/nando)

Baca: Sisiri Tempat Hiburan yang Bandel Saat Ramadan, Tim Gabungan Temukan Tuak 1 Tong dan Sekardus Bir

Baca: Sosok Ini Kritisi Pernyataan Menristekdikti yang Mengancam Memecat Rektor UR

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kampar ini menjelaskan, Jalur Interpretasi sebenarnya untuk kepentingan pemantauan kawasan hutan.

Selain itu, jalur tersebut juga sebagai interpretasi dalam usaha pengembangan objek wisata yang berada di dalam kawasan hutan.

Azwan mengatakan, BKSDA membatasi lebar jalan 1,5 meter dari yang diusulkan 2 meter.

"Sebenarnya jalan setapak untuk pemantauan hutan. Tapi masyarakat dapat menggunakannya," jelas Azwan.

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved