Kampar

Wakapolda Berkunjung, Posko TLLK di XIII Koto Kampar pun Dibongkar, Inilah Fungsinya Selama Ini

Petugas menertibkan posko TLLK di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar. Spanduk bertuliskan TLLK dibongkar.

Wakapolda Berkunjung, Posko TLLK di XIII Koto Kampar pun Dibongkar, Inilah Fungsinya Selama Ini
Tribun Pekanbaru/Nando
Pembongkaran spanduk bertuliskan TLLK di posko yang diduga dijadikan lokasi pungli di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol. H.E. Permadi beserta rombongan meninjau jalur mudik di lintas Riau-Sumatera Barat, Rabu (13/6/2018). Ada yang menarik dalam kunjungan ini.

Baca: Inilah Kisah Dentuman Meriam yang Mendebarkan di Tepian Bandar Sungai Jantan

Kedatangan Wakapolda didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol. Hadi Poerwanto, Kepala Biro Operasi, AKBP. Rachmad Widodo dan Kepala Polres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira.

Dalam rombongan juga tampak Komandan Distrik Militer 0313/KPR, Letkol Inf. Beni Setiyanto dan Komandan Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Letkol Inf. Aidil Amin. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Kampar diwakili oleh Sekretaris Daerah, Yusri.

Baca: Warung Koffie Batavia Sediakan Menu Lontong Opor Ayam Saat Lebaran

Pembongkaran itu disambut baik masyarakat setempat. Seperti dikemukakan Syofian Datuk Majo Sati, seorang tokoh masyarakat, yang mendapat cerita dari pengemudi. Posko tersebut dijadikan tempat melakukan pungutan liar terhadap pengemudi.

"Mereka melakukan pemaksaan terhadap setiap angkutan yang melintas dengan cara melempari kaca kendaraan dengan batu," ujar Syofian. Mereka memaksa bergabung dengan TLLK dengan membayar uang pendaftaran Rp. 150.000 dan iuran Rp. 50.000 per bulan.

Pembongkaran spanduk bertuliskan TLLK di posko yang diduga dijadikan lokasi pungli di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar.
Pembongkaran spanduk bertuliskan TLLK di posko yang diduga dijadikan lokasi pungli di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar. (Tribun Pekanbaru/Nando)

Baca: Satgas Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Dumai dan Rohil

Syofian mengemukakan penjelasan yang didapatnya dari pihak kepolisian. TLLK yang dikenal dengan singkatan dari Tabloid Lalu Lintas dan Kriminal berbadan hukum dari Menteri Hukum dan HAM. Namun hanya untuk usaha media cetak.

"Bukan untuk kegiatan pungutan di jalan raya," ujar Syofian yang juga berprofesi sebagai advokat dan dosen di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Pekanbaru.

Baca: Pemudik Harap Berhati-hati, Inilah Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan di Inhil

Syofian berterima kasih atas operasi penertiban tersebut. Dengan begitu, masyarakat khususnya pengemudi tidak perlu takut lagi melintas di jalan raya tersebut. (*)

Penulis: nando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help